Ada kesalahan di dalam gadget ini

Senin, 11 Juni 2012

Proses Belajar Mengajar

KATA PENGANTAR
Assalammualaium wr. wb Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia yang telah diberikan kepada saya sehingga dengan waktu yang diberikan saya dapat menyelesaikan makalah saya ini dengan semampunya. Dan tidak lupa pula saya ucapkan kepada dosen pengampuh saya yang bernama “Sudarti S. Pd” atas tugas yang diberikan kepada saya dan teman-teman karna dengan adanya tugas ini saya dan teman-teman secara tidak langsung dapat mengetahui dan mempelajari serta memahami pada buku masing-masing yang telah kami beli selain itu ada juga tambahan dari referensi lain sehingga lebih menambah pengetahuan saya dan teman-teman. Didalam didalam Book Report ini terdapat uraian empat dimensi yang cukup mendasar tentang proses belajar mengajar, yaitu konsep pengajaran dan kurikulum, komponen-komponen pengajaran, implementasi pengajaran, dan strategi pengajaran yang berpusat pada siswa. Mahasiswa kependidikan, praktisi pendidikan, atau peminat bidang pengajaran dapat mendayagunakan materi yang disajikan dalam buku ini Demikianlah Book Report ini saya buat jika ada kesalahan dalam Book Report ini saya mohon maaf, atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.
Penulis EVI MULYANI


 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI
 BAB 1 PENDAHULUAN
 1. Latar Belakang
 2. Tujuan
 3. Manfaat
 4. Alasan Memilih Buku
 BAB 2 PEMBAHASAN BAGIAN KESATU KONSEP PENGAJARAN DAN KURIKULUM
 BAB 1 : Konsep Didaktik
 BAB 2 : Belajar dan Teori Belajar
 BAB 3 : Mengajar dan Pengajaran
 BAB 4 : Pengembangan Kurikulum BAGIAN KEDUA KOMPONEN-KOMPONEN PENGAJARAN BAB 5 : Tujuan Pendidikan dan Pengajaran
 BAB 6 : Peserta Didik (siswa)
 BAB 7 : Tenaga Kependidikan (Guru) B
AB 8 : Perencanaan Pengajaran
 BAB 9 :Evaluasi Pengajaran
 BAGIAN KETIGA IMPLEMENTASI PENGAJARAN
 BAB 10 : Pengajaran Berbasis Motivasi
 BAB 11 : Pengajaran Berbasis Aktivitas
 BAB 12 : Pengajaran Berbasis Perbedaan Individual
 BAB 13 : Pengajaran Berbasis Lingkungan BAGIAN KEEMPAT STRATEGI PENGAJARAN BERPUSAT PADA ANAK BAB
14 : Pusat Belajar Modular
 BAB 15 : Pengajaran Berdasarkan Pengalaman
 BAB 16 : Pengajaran Berdasarkan Inkuiri
 BAB 17 : Pengajaran Advokasi
 BAB 18 : Pengajaran dengan Bantuan Komputer
 BAB 3 PENUTUP
 a) Kesimpulan
 b) Saran
 LAMPIRAN DARI INTERNET Belajar Mengajar Pengajaran Berbasis Lingkungan
 DAFTAR PUSTAKA


 BAB1 PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Anak penerus cita-cita perjuangan bangsa perlu mendapatkan posisi dan fungsi yang strategis dalam pembangunan. Terutama pembangunan pendidikan yang menjadi bagian integral dalam pembangunan suatu bangsa dan kunci pembangunan potensi anak yang dilakukan dalam keluarga, sekolah dan masyarakat. Proses belajar mengajar itu adalah dua kegiatan yang tunggal tapi mempunyai makna yang berbeda. Belajar itu isa diartikan suatu perubahan tingkah laku melalui hasil dari pengalaman yang didapat. Sedangkan mengajar itu adalah suatu kegiatan yang merangsang serta mengarahkan kegiatan belajar peserta didik untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dapat membawa perubahan tingkah laku serta membuat anak mengembangkan kreativitasnya. Suatu proses belajar mengajar dikatakan baik apabila apabila proses tersebut dapat membangkitkan kegiatan belajar yang efektif, Maka dari itu saya memilih buku ini sebagai pegangan saya karena selain tuntutan dari dosen pengampuh, buku ini juga dapat sebagai pengetahuan saya dalam proses belajar mengajar 2. TUJUAN Dalam proses belajar mengajar kita sebagai calon seorang guru harus memperhatikan tujuan dalam belajar mengajar kepada peserta didik nantinya. Usaha untuk pencapaian tujuan belajar perlu diciptakan adanya sistem lingkungan atau kondisi belajar yang lebih kondusif. Tujuan nya untuk dasar membantu anak didik kearah perkembangan sikap, menambah pengetahuan anak, dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dan pertumbuhan serta perkembangan seterusnya dan agar tercapai nya semua aspek perkembangan. Tidak hanya itu didalam buku ini saya dapat mengetahui gambaran untuk bagaimana cara menjadi tenaga kependidikan yang baik atau seorang guru yang profesional. Apalagi menjadi seorang guruyang profesional itu tidaklah gampang. Kita harus memenuhi syarat yang begituberat seperti : Harus memiliki bakat sebagai seorang guru Harus memiliki keahlian sebagai seorang guru Memiliki kepribadian yang baik dan terintegrasi Memiliki mental yang sehat Berbadan sehat Memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luas Guru harus memiliki jiwa pancasila Guru harus menjadi seorang warga Negara yang baik 3. MANFAAT Dalam uraian buku ini banyak pengetahuan yang saya dapat terutama dalam proses belajar mengajar. Sangat penting sekali untuk kita mengetahui bagaimana uraian proses belajar mengajar karena untuk mengajar peserta didik itu hal yang tidak mudah karena seorang anak mempunyai karakter yang berbeda-beda. Maka dari itu saya memilih buku ini sebagai pegangan saya karena didalam buku ini ada 4 bagian yang didalamnya terdapat sebagai berikut Konsep pengajaran dan kurikulum Dengan memahami konsep ini dapat memberikan informasi secara menyeluruh tentang ilmu pengajaran sebagai bagian yang tak terpisahkan dari ilmu pendidikan, juga memberikan informasi tentang konsep belajar serta bebrapa teori belajar yang pada dasarnya turut mewarnai suatu system dan strategi pengajaran, dan pendektan pengajara sertamemberikan informasi tentang dasar-dasar pengembangan kurikulum secara singkat, yang merupakan bagian yang perlu dipahami dalam kaitannya dengan pengajaran. Komponem-komponen pengajaran Dengan memahami komponen-komponen ini kita dapat memberikan gambaran tentang kemungkinan terjadinya interaksi antara komponen dan antara rincian masing-masing komponen yang bersangkutan. Implementasi pengajaran Dengan memahami implementasi pengajaran ini kita dapat mengetahi cara pengajaran berbasis motivasi, berbasis aktivitas, dan perbasis perbedaan individual sertaberbasis lingkungan Strategi pengajaran berpusat pada siswa Pada bagian keempat ini, dengan memahami strategi berpusat pada siswa kita dapat mengetahui seberapa besar potensi siswa dapat berkembang sesuai latar belakang usia dan latar belakang lainnya dari masing-masing individu siswa. 4. ALASAN MEMILIH BUKU Kajian bidang studi proses belajar mengajar merupakan bidang yang sangat penting dalam konteks pengajaran. Untuk itu, dalam rangka menyiapkan diri saya menjadi tenaga kependidikan atau seorang guru yang profesional maka perlu menguasai bidang proses belajar mengajar. Dalam buku ini diuraikan empat dimensi yang cukup mendasar tentang proses belajar mengajar, yaitu konsep pengajaran dan kurikulum, komponen-komponen pengajaran, implementasi pengajaran, dan strategi pengajaran yang berpusat pada siswa. Mahasiswa kependidikan, praktisi pendidikan, atau peminat bidang pengajaran dapat mendayagunakan materi yang disajikan dalam buku ini. Maka dari itu saya memilih buku ini selain tuntutan dari dosen pengampuh, buku ini akan sangat berguna untuk saya pelajari lebih mendalam tentang proses belajar mengajar, ditambah lagi dengan buku-buku referensi lainnya dan dari internet akan membuat saya lebih banyak lagi pengetahuan tentang proses belajar mengajar. BAB 2 PEMBAHASAN BAGIAN KESATU “KONSEP PENGAJARAN DAN KURIKULUM” Konsep Pengajaran dan Kurikulum merupakan dua hal yang berbeda. Kurikulum yaitu suatu perencanaan menyeluruh yang mencangkup kegiatan dan pengalaman yang perlu disediakan yang memberikan kesempatan secara luas bagi peserta yang belajar. ada empat (4) tujuan yaitu : • Memberikan informasi secara menyeluruh tentang ilmu pengajar sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari ilmu pendidikan • Memberikan informasi tentang konsep belajar serta beberapa teori belajar, yang mencangkup suatu system dan strategi pembelajaran • Memberikan informasi tentang konsep mengajar serta teori dan pendekatan mengajar dan pengajaran • Memberikan informasi tentang dasar-dasar pengembangan kurikulum secara singkat Ada empat bab atau topik yang akan dibahas pada bagian kesatu ini yaitu : BAB 1 : Konsep Didaktik Didaktik artinya sebagai ilmu tentang mengajar dan belajar.maksudnya bagaimana cara kita membimbing kegiatan belajar peserta didik secara optimal. Fungsinya yaitu sebagai pendorong kemajuan pengajaran dan melancarkan komunikasi serta interaksi. Adapun sebab didaktik sangat berguna yaitu didaktik memberikan petunjuk tentang bagaimana cara membuat perencanaan, membuat tujuan-tujuan yang diinginkan, membuat suatu program yang sistematis, menyampaikanpengalaman dan pengetahuan yang secara efektif, dan bagaimana cara masyarakat memanfaatkan lingkungan sosial, ekonomi, budaya dan lain-lain serta masih banyak lagi kegunaan didaktik. Didalam ilmu didaktik kita memerlukan pokok yang menjadi pembahasan, logika berfikir, dan sumber-sumber bahan serta metode pendekatan. Pokok yang menjadi pembahasan merupakan suatu objek didaktik yaitu situasi pengajaran dengan komponen-komponen yang ada didalamnya maksudnya kondisi atau keadaan tertentu dimana terjadi atau berlangsungnya proses belajar mengajar dan didalamnya terdapat sejumlah unsure atau komponen faktor-faktor pengajaran. Logika berfikir maksudnya metode-metode atau cara-cara dalam proses berfikir. Sumber-sumber bahan maksudnya bahan-bahan yang diperoleh dari ilmu-ilmu yang telah diperkaya seperti filsafat pendidikan yang member bahan tentang pembahasan masalah tujuan pendidikan, ilmu pendidikan yang memberikan dasar-dasat teoritis, psikologi perkembangan yang memberikan bahan selengkapnya tentang pertumbuhan dan perkembangan anak, dan psikologi belajar yang memberikan bahan secara luas tentang prinsip-prinsip belajar, serta masih banyak lagi ilmu-ilmu lainnya. Dan yang terakhir metode pendekatan maksudnya cara atau prosedur mendekati suatu persoalan. BAB 2 : Belajar dan Teori Belajar Secara kuntitatif, belajar berarti kegiatan pengisian atau pengembangan kemampuan kognitif dengan fakta sebanyak-banyaknya. Secara institusional, belajar dipandang sebagai proses validasi atau pengabsahan terhadap penguasaan siswa atas materi-materi yang ia pelajari. Buktinya dapat dilihat dalam hubungan proses belajar mengajar. Dan ditinjau secara kualitatif yaitu proses memperoleh arti-arti dan pemahaman-pemahaman serta cara-cara menafsirkan dunia disekeliling siswa demi tercapainya daya fikir dan tindakan yang berkualitas untuk memecahkan masalah-masalah yang kini dan nanti yang akan dihadapi siswa. Adapun banyak para pakar psikologi berpendapat tentang belajar yang berbeda-beda yang pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama hanya saja berbeda cara atau usaha pencapaiannya. Secara keseluruhan belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku melalui interaksi dengan lingkungan demi tercapainya tujuan yaitu untuk mendapatkan pengetahuan, penanaman konsep dan keterampilan, serta pembentukan sikap. Belajar yang efektif sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor belajar terutama faktor internal. Faktor internal ini sebenarnya menyangkut faktor psikologis. Faktor ini akan memberikan landasan dan kemudahan dalam upaya mencapai tujuan belajar secara optimal. Faktor-faktor psikologis sangat berperan penting karena dapat dipandang sebagai cara-cara berfungsinya fikiran peserta didik dalam hubungan dengan pemahaman bahan pelajaran sehingga penguasaan terhadap bahan yang disajikan lebih mudah dan efektif. Maka proses belajar mengajar akan berhasil baik kalau didukung oleh faktor-faktor psikologis dan si pelajarnya. Bukti seseorang telah belajar yaitu terjadinya tingkah laku pada orang tersebut misalnya dari tidak tahu menjadi tahu dan dari tidak mengerti menjadi mengerti. Banyak teori-teori tentang belajar, adapun sebagian aliran psikologi yang diambil yang berhubungan dengan teori belajar yaitu teori psikologi klasik, teori psikologi daya, teori mental state, teori psikologi behaviorisme, dan teori psikologi gestalt. Dalam Teori Psikologi Klasik ini hakekat belajar yaitu belajar melihat objek dengan menggunakan subtansi dan sensasi. Maksudnya satu kesatuan tersendiri, beroperasi secara bebas dari zat merupakan jiwa yang hidup, mempunyai kekuatan untuk berinisiatif, dapat menemukan hukum-hukum alam dan menguasainya. Jiwa bersifat permanen dalam arti tidak dapat melepaskan dari zat bahkan dapat menstimulir proses zat itu, sehingga menghasilkan pengalaman-pengalaman yang baru. Kita mengembangkan kekuatan mencipta, ingatan, keinginan dan fikiran, dengan melatihnya. Dengan kata lain pross pendidikan adalah suatu proses dari dalam. Dalam Teori Psikologi Daya, jiwa manusia terdiri dari berbagai daya, mengingat, berfikir, merasakan, kemauan dan sebagainya. Setiap manusia pasti mempunyai daya-daya tersebut hanya saja berbeda kekuatannya. Agar daya-daya tersebut bisa berkembang maka perlu dilatih sehingga berfungsi. Untuk itu kurikulum harus banyak mata pelajaran yang dapat mengembangkan daya-daya tersebut dengan cara mendidik dan melatih agar terbentuk daya-daya secara efesien dan ekonomis. Dalam Teori Mental State , belajar adalah memperoleh pengetahuan dari alat indra yang disampaikan dalam bentuk rangsangan dari luar maka diperlukannya latihan dengan cara belajar yang baik yaitu dengan jalan memperbanyak hafalan dan dengan menggunakan hukum asosiasi reproduksi maka dari itu faktor ingatan sangat menonjol. Dalam Teori Psikologi Behaviorisme ini menjelaskan dan menekankan pada refleks dan otomatisasi serta melupakan kelakuan yang bertujuan. Behaviorisme itu sendiri adalah suatu studi tentang kelakuan manusia. Dalam Teori Psikologi Gestalt jiwa manusia adalah suatu keseluruhan yang berstruktur. Maksudnya bukan terdiri dari bagian-bagian atau unsur-unsur melainkan kepada yang telah tertentu dan saling berinterelasi satu sama lain. Begitu juga dengan belajar lebih mengutamakan terhadap situasi problematis. BAB 3 : Mengajar dan Pengajaran Mengajar dan pengajaran pada dasarnya merupakan suatu usaha untuk menciptakan kondisi atau sistem lingkungan yang mendukung dan memungkinkan untuk berlangsungnya proses belajar. Seorang guru sangat berperan penting dalam mengajar karena guru harus mempunyai pengetahuan yang luas agar mempermudah dalam penyampaian kepada peserta didik dan menumbuhkan anak-anak yang aktif dan inovatif. Ketika mengajar adalah hal yang kompleks karena murid-murid itu bervariasi, maka tidak ada cara tunggal untuk mengajar yang efektif untuk semua hal. Guru harus menguasai beragam perspektif dan strategi, dan harus bisa mengaplikasikannya secara fleksibel dengan penguasaan pengetahuan yang sangat luas karena dapat menentukan segala sesuatu yang akan ditanya oleh anak yang tidak pernah kita sangka akan ditanya oleh anak kecil maka tugas seorang guru harus bisa menjawa dengan sesuatu yang bisa dimengerti oleh anak. Penguasaan guru tentang wawasan terutama dengan tugas perkembangan sangatlah membantu dalam membuat perencanaan program kegiatan belajar bagi anak agar tiap anak dapat menjalani hidup dan menyiapkan diri untuk menjadi orang dewasa yang berguna bagi dirinya dan masyarakat. Seorang guru juga jarus mempunyai strategi dalam mengajar dan pengajaran agar mencapai tujuan. Menjadi guru yang efektif juga membutuhkan komitmen dan motivasi. hal ini mencakup sikap yang baik dan perhatian kepada murid. Komitmen sangat dibutuhkan dalam pengajaran, bagaimana guru memberikan tenaga dan pikiran untuk memberikan pengajaran yang dapat diterima oleh murid dengan baik. Guru yang efektif juga mempunyai kepercayaan diri terhadap kemampuan mereka dan tidak akan membiarkan emosi negatif melunturkan motivasi mereka. Semua itu agar mendapatkan hasil yang diharapkan dari siswa setelah menyelesaikan atau memperoleh pengalaman belajar. Dalam tujuan pendidikan dan pengajaran dikenal adanya tujuan akhir dan tujuan intermedier. Hal ini menjadi dasar motivasi, tujuan akhir bersifat filosofi dan politis kaena ditetapkan sebagai undang-undang dan peraturan. Tujuan intermedier bersifat opeasional, karena akan menunjukkan langkah-langkah yang dapat dikerjakan melalui suatu poses. BAB 4 : Pengembangan Kurikulum Pengembangan kurikulum merupakan salah satu bagian penting dalam proses pendidikan. Kurikulum merupakan alat untuk membantu pendidik dalam melakukan tugasnya, sebab kurikulum secara umum dapat didefinisikan sebagai rencana yang dikembangkan untuk memperlancar proses pembelajaran. Seorang guru sangat menentukan berhasil atau gagalnya pelaksanaan kurikulum pada suatu lembaga pendidikan. Guru juga harus terlibat langsung secara aktif dalam pelaksanaan kurikulum bersama para siswa dengan bantuan pihak luar misalnya orang tua dan masyarakat dengan cara komunikasi maka akan membantu menentukan garis besar dan pola kurikulum yang akan dilaksanakan. Kurikulum merupakan program pendidikan yang disediakan oleh lembaga pendidikan (sekolah) bagi siswa. Didalamnya terdapat berbagai kegiatan belajar yang dapat dilakukan peserta didik sehingga mendorong perkembangan dan pertumbuhannya sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Kurikulum juga sebagai alat pendidikan yang digunakan para guru-guru agar mempermudah dalam melakukan kegiatan. Adapun yang menjadi landasan kurikulum yaitu filsafat pendidikan, masyarakat, sisiwa dan prose belajar serta bentu-bentuk kurikulum. Kurikulum disusun agar memungkinkan pengembangan keragaman potensi, minat, kecerdasan bahasa, kognitif, sosial, emosional, spiritual, dan kinestetik/fisik- motorik, serta seni pada anak secara optimal sesuai dengan perkembangandan keunikan setiap anak. Jika guru-guru diberi kesempatan untuk ikut serta melakukan evaluasi dalam memperbaiki atau reorganisasi kurikulum sekolah maka itu sangat penting. Seorang guru bisa memperbaikinya sesuai dengan pertumbuhan guru dan mencapai keseimbangan dalam isi mata pelajaran. Pengembangan kurikulum ini diharapkan dapat menjadi standar acuan pendidik dan penyelenggara pendidikan dalam membuat perencanaan, pelaksanaan pembelajaran serta penilaian (evaluasi) pembelajaran. BAGIAN KEDUA “KOMPONEN-KOMPONEN PENGAJARAN” Pengajaran itu mencangkup semua komponen-komponen yang berinteraksi antara satu dengan yang lain dan dengan keseluruhan untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. Komponen peserta didik beriteraksi dengan komponen-komponen guru, metode/media, perlengkapan/peralatan, dan lingkungan kelas yang terarah pada pencapaian tujuan pengajaran. Dan komponen guru berinteraksi dengan komponen-komponen siswa dan peralatan lainnya sertaunsur tenaga kependidikan lainnya. Proses pengajaran akan terlaksana dengan lancar, efesien dan efektif berkat adanya interaksi yang positif, konstruktif, dan produktif antar komponen yang terdapat didalam sistem pendidikan. Ada 5 bab yang pembahasan dalam komponen-komponen pengajaran yaitu : BAB 5 : Tujuan Pendidikan dan Pengajaran Pendidikan adalah suatu proses dalam rangka mempengaruhi siswa agar dapat menyesuaikan diri sebaik mungkin terhadap lingkungannya dan akan menimbulkan perubahan dalam dirinya yang memungkinkannya untuk berfungsi secara adekuat dalam kehidupan masyarakat. Guna pengajaran dalam proses ini agar tercapai sebagaimana yang diinginkan. Pada dasarnya pertumbuhan dan perkembangan siswa tergantung pada dua unsur yang saling mempengaruhi yaitu bakat yang telah dimiliki oleh siswa sejak lahir akan tumbuh dan berkembang berkat pengaruh lingkungan dan sebaliknya lingkungan akan lebih bermakna apabila terarah pada bakat yang sudah ada. Pendidikan mempunyai tujuan yaitu agar tercapainya target yang diinginkan. Tujuan pendidikan mempunyai tingkatan yaitu tujuan pendidikan nasional, tujuan lembaga pendidikan, tujuan kurikulum, dan mata pelajaran. Tujuan pendidikan nasional ialah tujuan umum dari sistem pendidikan nasional. Tujuan ini merupakan tujuan jangka panjang dan sangat luas serta menjadi pedoman dari semua kegiatan/usaha pendidikan di negara kita. Dalam sistem pendidikan nasional (UU RI No.2 Tahun 1989) dikemukakan bahwa pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantapdan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Setiap lembaga pendidikan mempunyai tujuan yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya tergantung pada jenis lembaga dan untuk siapa lembaga itu disediakan. Sebagai contoh tujuan lembaga pendidikan sekolah dasar yaitu supaya anak tamatan sekolah dasar mengenal kewajiban dan haknya sebagai manusia Pancasila sesuai dengan maksud ketetapan MPRS No. XXVII/66 dan perbuatan selaras dengan pengetahuan dan pengertian itu dan memiliki salah satu keterampilan atau kecakapan khusus yang merupakan bekal hidupnya dalam masyarakat dan dapat berdiri sendiri dan menyumbangkan kecakapan bagi pembinaan masyarakat adil dan makmur serta memiliki dasar ilmu pengetahuan yang kukuh. Tujuan kurikulum adalah agar mencapai manusia yang Pancasila yang mempunyai Pendidikan atau sekolah serta tercapainya semua aspek perkembangan. Tujuan mata pelajaran ini berkaitan dengan tujuan kurikulum dan mencapai tujuan pendidikan nasional. Dalam kurikulum kita akan menemukan pengelompokan mata pelajaran yaitu kelompok pendidikan jiwa pancasila, pendidikan dasar dan kecakapan khusus. BAB 6 : Peserta Didik (Siswa) Guru yang efektif memahami pertumbuhan dan perkembangan siswa secara konprehensif.pemahaman ini akan memudahkan guru untuk menilai kebutuhan murud dan merencanakan tujuan, bahan, prosedur belajar mengajar dengan tepat. Untuk memahami pertumbuhan dan perkembangan murid, guru dapat mencari bahan-bahan bersumber visiologi, psikologi, sosiologi, psikiater, mengintegrasikan semuanya pendapat-pendapa yang terdapat didalamnya. Konsep-konsep dasar yang berkenaan dengan perkembangan siswa yaitu pertumbuhan, kematangan, kedewasaan, perkembangan dan perkembangan yang normal. Pertumbuhan yaitu pertambahan secara kuantitatif dari subtansi atau struktur yang umumnya ditandai dengan perubahan-perubahan biologis pada diri seseorang yang menuju kearah kematangan. Pertumbuhan fisik berjalan dengan cara yang berbeda-beda misalnya pada otak, tinggi badan dan berat badan, perpanjangan tangan, pertumbuhan bahasa dan lain-lain. Kematagan adalah tingkat dan keadaan yang harus dicapai dalam proses perkembangan perorangan sebelim ia dapat melakukan sebagai mana mestinya pada bermacam-macam tingkat pertumbuhan mental, fisik, sosial, dan emosional. Kedewasaan adalah kemajuan pertumbuhan yang normal keaah kematangan. Prosesnya disebabkan oleh faktor pertumbuhan dari dalam pada berbagai kapasitas dan struktur, misalnya pertumbuhan otot tangan sehingga dapat berfugsi untuk melakukan tjuan-tujuan khusus seperti menulis. Perkembangan menggambarkan perubahan kualitas dan abilitas dalam diri seseorang yakni adanya perubahan dalam struktur, kapasitas, fungsi dan efesien. Perkembangan itu bersifat keseluruhan misalnya perkembangan intelektual, emosional, spiritual adalah hubungan satu sama lain. Misalnya perkembangan kemampuan membaca, meliputi perkembangan otot mata, kapasitas membaca, kemampuan membedakan, perkembangan suara, pengalaman, sosial, dan emosional. Perkembangan normal dapat ditinjau dari dua segi yaitu segi perkembangan individu siswa dan segi usia kronologis. Dari segi perkembangan individu siswa, perkembangan ini berbeda untuk setiap individu seperti yang lebih dulu pandai berjalan sedangkan yang lain lebih cepat berbicara. Dan dari segi usia kronologis, tingkat usia siswa dijadikan dasar untuk menentukan normal atau tidaknya perkembangan seorang siswa. Dalam tahapan perkembangan individu murid dan satu aspek yang menonjol ialah adanya bermacam-macam ragam kebutuhan yang meminta kepuasan. Dari beberapa pendapat para ahli tentang kebutuhan, dapat dismpulkan yaitu kebutuhan adalah segala suatu keinginan seseorang yang dianggapnya penting. Sekolah juga suatu kebutuhan yang diperlukan, sekolah adalah suatu lembaga sosial yang berfungsi memenuhi/memuaskan kebutuhan-kebutuhan murid dalam hal pendidikannya. Ada 11 kelompok kebutuhan murid yaitu belajar dan sukses disekolah, pertumbuhan dan perkembangan kesehatan dan kemanusiaan, kemampuan sosial, hubungan antara laki-laki dan perempuan, penyesuaian jabatan, menemukan filsafat hidup, Perkawinan dan kehidupan keluarga, Persoalan finance, spending, dan security, pengertian dan perdamaian dunia, waktu senggang, serta pengertian atas bangsa sendiri dan warga negara yang aktif. Murid adalah suatu komponen dalam pengajaran, disamping faktor guru, tujuan dan metode pengajaran. Murid adalah komponen yang terpenting diantara komponen lainnya, pada dasarnya murid adalah unsur penentu dalam proses belajar mengajar. Tanpa adanya murid tidak akan terjadi proses pengajaran. Sebab muridlah yang membutuhkan pengajaran dan bukan guru, guru hanya berusaha memenuhi kebutuhan murid. Seorang guru harus bisa mengenal murid-muridnya agar guru dapat membantu pertumbuhan dan perkembangannya secara efektif serta dapat menentukan dengan seksama bahan-bahan yang akan diberikan, menggunakan prosedur pengajaran yang serasi, mengadakan diagnosis atas kesulitan. Kesulitan belajar yang dialami oleh murid, membantu murid-murid mengatasi masalah-masalah pribadi dan sosial, mengatur disiplin kelas dengan baik, melayani perbedaan-perbedaan individual murid, memberikan bimbingan, menilai hasil belajar dan kemajuan belajar murid, dan kegiatan-kegiatan guru lainnya yang bertalian dengan individu murid. Adapun hal-hal yang perlu dikenal dari pribadi seorang murid yaitu latar belakang masyarakat, latar belakang keluarga, tingkat inteligensi, hasil belajar, kesehatan badan, hubungan-hubungan antarpribadi, kebutuhan-kebutuhan emosional, sifat-sifat kepribadian dan bermacam-macam minat belajar. Latar belakang masyarakat, dimana siswa tinggal besar pengaruh terhadap sikap siswa. Hal ini menyebabkan para siswa memiliki sikap yang berbeda-beda tentang agama, politik, masyarakat lain, dan cara bertingkah lakunya. Kesempatan berkeasi, pembinaan kesehatan, fasilitas pendidikan yang ada di dalam masyarakat sangat berpengaruh terhadap pandangan murid, motivasinya, minatnya, dan sikapnya terhadap berbagai aspek kehidupan. Tiap masyarakat memberikan pengaruh yang berlainan terhadap siswa sehingga tiap siswa memiliki kepribadiannya sendiri-sendiri pula. Latar belakang keluarga, situasi dalam keluarga besar pengaruhnya terhadap emosi, penyesuian sosial, minat, sikap, tujuan, disiplin, dan perbuatan siswa disekolah. Apabila dirumah siswa sering mengalami tekanan, merasa tak aman, frustasi maka ia juga akan mengalami perasaan asing disekolah. Apa yang menarik minatnya dirumah akan terlihat pula apa yang menjadi minatnya di sekolah. Maka seorang guru perlu mengenal kondisi dan situasi dalam keluarga siswa agar dapat merencanakan kegiatan-kegiatan yang serasi, dan juga pun pengaruh keluarga ini tidak mutlak menentukan berhasilnya seorang siswa karna pada kenyataannya sering terjadi dimana anak mengalami maladjustment sebagai akibat lingkungan sekolah. Tingkat inteligensi dapatdipengaruhi oleh perasaan rasa cemas, dorongan rasa aman, dan sebagainya. Seorang guru bisa melakukan tes inteligensi karna dapat menjadi sumber yang menggambarkan tentang abilitas belajar siswa. Tingkatan inteligensi dapat digunakan untuk memperkirakan keberhasilan seorang siswa. Hasil belajar, guru perlu mengenal hasil belajar dan kemajuan belajar siswa yang telah diperoleh sebelumnya, misalnya dari sekolah lain sebelum memasuki sekolahnya sekarang.hal yang perlu diketahui itu ialah penguasaan pelajaran, keterampilan-keterampilan belajar dan bekerja. Pengenalan tersebut sangat peting bagi guru agar dapat membantu dan mendiagnisis kesulitan belajar siswa, dapat menperkirakan hasil, dan kemajuan belajar selanjutnya. Kesehatan badan, guru perlu seaa berkala mengetahui tentang keadaan esehatan dan pertumbuhan siswa. Keadaan kesehatan an pertumbuhan ini besar pengaruhnya terhadap pendidikan dan penyesuaian sosial mereka. Kalau seorag guru mengenal data yang lengkap tentang kesehatan dan pertumbuhan jasmaninya maka guru dapat memikirkan dan mengusahakan pemberian bantuan kepada guru mereka seperti memperbaiki prosedur belajar, mengatur tempat duduk dan memberikan bantuan seperlunya. Hubungan-hubungan antarpribadi saling aksi dan mereaksi penerimaan oleh anggota kelompok, kerja sama dengan teman-teman sekelompok akan menentukan rasa puas dan rasa aman di sekolah. Hal ini sangat berpengaruh pada kelakuan dan motivasi belajar anak. Kalau guru mengetahi tentang kebutuhan sosial dikalangan siswa maka guu dapat menyelidiki, mengapa ada siswa yang suka mengasingkan diri dan mengapa ada siswa yang suka agresif. Kebutuhan-kebutuhan emosional, diantara kebutuhan emosional yang penting dikalangan para siswa pada umumnya ialah ingin diterima, berteman/mencintai, dan rasa aman. Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi maka ia akan menimbulkan frustasi dan gangguan mental lainnya. Dengan mengenal kondisi emosional siswa guru apat memberikan bimbingan yang diperlukan dan berusaha memelihara sifat-sifat pribadi yang baik, guna menjamin stabilitas emosional para siswa. Sifat-sifat kepribadian, guru perlu mengenal sifat-sifat kepribadian murid agar guru mudah mengadakan pendekatan pribadi dengan mereka. Dengan demikian hubungan pribadi menjadi lebih dekat dan akan mendorong mengajaran lebih efektif. Selain itu guru dapat pula menyediakan kegiatan-kegiatan yang serasi dengan kepribadian mereka dan memelihara sifat-sifat yang baik serta sedapat mungkin mengurangi sifat-sifat yang jelek. Bermacam-macam minat, guru perlu sekali mengenal minat-minat muridnya, karena penting bag guru untuk memilih bahan pelajaran, merencanakan pengalaman-pengalaman belajar, menuntun mereka kearah pengetahuan dan untuk mendorong motivasi belajar meeka. Untuk mengenal murid guru dapat menggunakan bermacam-macam alat. Pengenalan terhadap suatu aspek dapat dilakukan lebih dari satu macam alat seperti cumulative recordyang berisikan banyak macam keterangan tentang murid, Anecdotal Record yaitu catatan tertulis tentang observasi gur terhadap murid, percakapan-percakapan atau wawancara informal, observasi, angket, diskusi informal, projective techniques, sosiometri, konfrensi antara orang tua dan guru, serta studi kasus. BAB 7 : Tenaga Kependidikan (Guru) Sebelum memulai tugasnya sebagai seorang guru harus mempelajari lebih dulu kurukulum sekolah itu dan memahami semua program pendidikan yang sedang dilaksanakan. Setiap akan mengajar seorang guru perlu mempersiapkan mengajar dalam ramgka melaksanakan sebagian dalam rencana bulanan dan rencana tahunan. Dalam persiapan ini sudah terkandung tujuan mengajar, pokok yang diajarkan, metode pengajar, bahan pelajaran, alat peraga dan teknik evaluasi yang akan digunakan. Karena itu guru harus memahami tentang tujuan pengajaran, cara merumuskan pengajaran, secara khusus memilih dan menentukan metode pengajaran sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, memahami pelajaran sebaik mungkin dengan menggunakan berbagai sumber, cara memilih, menentukan dan menggunakan alat peraga, cara membuat tes dan penggunaannya dan pengetahuan tentang alat-alat evaluasi. Dalam melaksanakan tugasnya seorang guru perlu mengadakan kerja sama dengan orang tua murid, dengan badan kemasyarakatan, dan sekali-kali membawa murid mengunjungi objek-objek yang kiranya diketahui murid dalam rangka kurikulum sekolah. Dan guru perlu pula mengundang seorang ahli dari masyarakat untuk memberikan ceramah atau latihan-latihan dalam keterampilan tertentu. Guru juga wajib berpatisipasi dalam kegiatan-kegiatan masyarakat serta memperbaiki peranan dan kualifikasi profesionalnya. Begitu uniknya pekerjaan seorang guru dan betapa luasnya kewajiban yang harus dijalankan seorang guru, betapa banyaknya hubungan-hubungan yang harus dibina dan dipupuk serta betapa seorang guru harus menghadapi masalah-masalah baik pribadi maupun sosial. Namun masyarakat mengakui bahwa pekerjaan guru adalah suatu pekerjaan mulia dan telah merangsang banyak pemuda yang berminat terjun kedalamnya. Pekerjaan seorang guru tidak bisa dikerjakan oleh sembarang orang tanpa memiliki keahlian khusus sebagai seorang guru.banyak orang yang pandai berbicara tertentu namun belum bisa dikatakan sebagai seorang guru. Seorang guru bisa dikatakan profesional oleh karena guru menguasai betul tentang seluk-beluk pendidikan dan pengajaran serta ilmu-ilmu lainnya ditambah lagi dengan mendapatkan pendidikan khusus unutk menjadi guru dan memilikikeahlian khusus yang diperlukan untuk jenis pekerjaan ini maka sudah dapat dipastikan bahwa hasil usahanya akan lebih baik. Karena pekerjaan guru adalah pekerjaan profesional maka untuk menjadi guru harus memenuhi persyaratan yang berat seperti harus memiliki bakat sebagai guru, harus memiliki keahlian sebagai seorang guru, memiliki kepribadian yang baik dan terintegrasi, memiliki mental yang sehat, berbadan sehat, memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luas, guru adalah manusia yang berpancasila serta guru adalah seorang warga negara yang baik. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembelajaran kemampuan guru dalam mengelolah pembelajaran dari awal hingga akhir. Pada dasarnya pendidikan guru itu bukan hanya berlangsung 3 atau 5 tahun saja melainkan berlangsung seumur hidup. 3 atau 5 tahun itu adalah pendidikan wajib diambil seorang calon guru formal. Sedangkan pendidikan sesudah ia bekerja dalam bidang pengajaran seperti belajar sendiri, mengikuti penataran, mengadakan penelitian, mengarang buku, aktif dalam organisasi profesi, turut memikul tanggung jawabdalam masyarakat, menonton film, mendengar radio, televisi dan lain-lain. Semua kegiatan itu sangat berharga untuk mengembangkan pengalaman, pengetahuan, keterampilan guru sehingga kemampuan profesionalnya semakin berkembang. Banyak sekali peranan guru tidak hanya sebagai seorang pengajar, pembimbing, ilmuan dan pribadi melainkan juga sebagai penghubung, modernisator, serta guru juga sebagai pembangun. Ada 11 tanggung jawab seorang guru yaitu: Guru harus menuntut murid-murid belajar, tanggung jawab guru yang terpenting ialah merencanakan dan menuntut murid-murid melakukan kegiatan belajar guna mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang diinginkan. Guru harus membimbing murid agar mereka memperoleh keterampilan-keterampilan, pemahaman, perkembangan berbagai kemampuan, kebiasaan-kebiasaan yang baik, dan perkembangan sikap yang serasi. Agar proses pengajaran berhasil guru harus melakukan banyak hal seperti mempelajari setiap murid dikelas, merencanakan dan menyediakan serta menilai bahan-bahan belajar, memilih dan menggunakan metode pengajaran yang sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai kebutuhan dan kemampuan murid dan dengan bahan yang akan diberikan, memelihara hubungan pribadi seerat mungkin dengan murid, menyediakan lingkungan belajar yang serasi, membantu murid-murid memecahkan berbagai masalah, mengatur dan meniai kemajuan belajar murid, membuat catatan yang berguna dan menyusun laporan pendidikan, mengadakan hubungan dengan orang tua murid secara kontinu dan penuh saling pengertian, berusaha sedapat-dapatnya mencari data melalui serangkaian penelitian terhadap masalah-masalah pendidikan, dan mengadakan hubungan dengan masyarakat secara aktif dan kreatif guna kepentingan pendidikan para siswa. Turut serta membina kurikulum sekolah, disini paling tidak seorang guru berkewajiban memberi saran-saran yg berguna demi menyempurnakan kurikulum kepada pihak yang berwenang. Dalam hal ini guru dapat melakukan banyak hal antara lain : menyarankan ukuran yang mungkin akan dapat digunakan dalam memilih bahan-bahan kurikulum, berusaha menemukan minat, kebutuhan dan kesanggupan murid, beruaha menemukan cara-cara yang tepat agar antara sekolah dan masyarakat terjalin hubungan kerja sama yang seimbang, mempelajari isi dan baha pelajaran pada setiap kelas dan meninjaunya dalam hubungan dengan praktek sehari-hari. Tentu saja pekerjaan ini akan lebih berhasil andaikata guru dapat diikutsertakan duduk dalam panitia kurikulum sekolah, dalam biro peragaan atau dalan bagian bimbingan dan penyuluhan serta guru melakukan langkah-langkah tertentu dalam penilaian terhadap buku-buku pelajaran yang sedang digunakan. Melakukan Pembinaan terhadap diri siswa (kepribadian, watak, dan jasmaniah), memupuk pengetahuan pada murid bukanlah pekerjaan yang sulit. Tetapi membina siswa agar mejadi manusia berwatak (berkarakter) sudah pasti bukan pekerjaan yang mudah. Mengembangkan watak dan kepribadian murid sehingga mereka memiliki kebiasaan, sikap, cita-cita, berfikir dan berbuat, berani dan bertanggung jawab, ramah dan mau bekerja sama, bertindak atas dasar nilai-nilai moral yang tinggi, semuanya menjadi tanggung jawab guru. Agar aspek-aspek kepribadian dapat berkembang maka guru perlu menyediakan kesempatan kepada siswa untuk mengalami, menghayati situasi-situasi yang hidup dan nyata. Selain itu guru juga menjadi contoh yang konkret bagi murid. Memberikan Bimbingan kepada Murid, murid perlu dibimbing kearah terciptanya pribadi yang baik dengan temannya dimana perbuatan dan perkataan guru dapat menjadi contoh yang hidup. guru perlu menghormati pribadi anak supaya mereka menjadi pribadi yang tahu akan hak-hak orang lain. Kebiasaan, sikap, apresiasi mereka harus dikembangkan, hingga pada waktunya mereka menjadi manusia yang mengerti akan hak dan tanggung jawab sebagai anggota masyarakat yang berdiri sendiri. Karena itu guru harus memahami benar tentang bimbingan belajar, bimbingan pendidikan, bimbingan pribadi, dan terampil dalam memberikan penyuluhan dengan tepat. Melakukan Diagnosis atas Kesulitan-kesulitan Belajar dan Mengadakan Penilaian atas Kemajuan Belajar, guru bertanggung jawab menyesuaikan semua situasi belajar dengan minat, latar belakang, dan kematangan siswa dan bertanggung jawab mengadakan evaluasi terhadap hasil belajar dan kemajuan belajar serta melakukan diagnosis dengan cermat terhadap kesulitan dan kebutuhan siswa. Karena itu guru harus mampu menyusun tes objekif, menggunakannya secara inteligen, melakukan observasi secara kritis serta melaksanakan usaha-usaha perbaikan, sehingga siswa mampu menghadapi masalah-masalah sendiri dan tercapainya perkembangan pribadi yang seimbang. Menyelenggarakan Penelitian, disini guru harus menghimpun banyak data melalui penelitian yang kontinu dan intesif. Bagi seorang guru keahlian dalam pekerjaan penelitian merupakan tanggung jawab profesional sebagaimana halnya sebagai seorang dokter, insinyur dan sebagainya. Mengenal Masyarakat dan Ikut serta Aktif, guru tidak mungkin melaksanakan pekerjaannya secara efektif, jika seorang guru tidak mengenal mastarakat seutuhnya secara lengkap. Harus dipahami dengan baik tentang kehidupan, kebudayaan, minat, dan kebutuhan masyarakat karena perkembangan sikap, minat, aspirasi anak sangat banyak dipengaruhi oleh masyarakat sekitarnya. Ini berarti bahwa dengan mengenal masyarakat guru dapat mengenal siswa dan menyesuaikan pelajarannya secara efektif. Menghayati, mengamalkan, dan mengamankan pancasila, pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang mendasari semua sendi-sendi hidup dan kehidupan nasional, baik individu maupun masyarakat kecil sampai dengan kelompok sosial yang terbesar termasuk sekolah. Pendidikan bertujuan membentuk manusia pancasila sejati, yang berarti melalui pendidikan diantaranya adalah sekolah, kita haus berusaha semaksimal mungkin agar tujuan itu tercapai. Kepribadian guru adalah sebagai contoh atau model bagi siswa oleh karena itu guru harus betul-betul dapat berfungsi sebagai model maka guru harus mempersiapkan dirinya dengan sebaik-baiknya. Guru juga harus menghayati pancasila sebagaimana harusnya, mengamankannya dari pengaruh-pengaruh yang buruk yang mungkin akan merusak atau menyimpang. Turut serta membantu terciptanya kesatuan dan persatuan bangsa dan perdamaian dunia, guru bertaggung jawab untuk mempersiapkan siswa menjadi warga Negara yang baik. Guru harus pula bertanggung jawab mengembangkan kesadaran internasional dalam diri siswa. Para siswa perlu menyadari bahwa persahabatan antar bangsa sangat diperlukan guna memupuk perdamaian dunia. Turut menyukseskan pembangunan, pembangunan adalah cara yang paling tepat guna membawa masyarakat kearah kesejahteraan dan kemakmuran bangsa. Turut serta dalam kegiatan-kegiatan pembangunan yang sedang berlangsung dalam masyarakat termasuk tanggung jawab guru yang efektif. Tanggung jawab meningkatkan peranan professional guru, guru perlu mengembangkan dan melaksanakan tanggung jawabnya dengan cara sebaik-baiknya, serta meningkatkan kemampuan untuk melaksanakan tanggungjawab tersebut. BAB 8 : Perencanaan Pengajaran Pengajaran adalah suatu usaha manusia yang bersifat kompleks, oleh sebab banyaknya nilai-nilai dan faktor-faktor manusia yang turut terlibat didalamnya, dikatakan sangat penting karena pengajaran adalah usaha membentuk manusia yang baik. Guru yang baik harus sedapat mungkin agar pengajaran itu berhasil. Salah satu faktor yang bisa membawa keberhasilan itu ialah guru tersebut senantiasa membuat perencanaan mengajar sebelumnya. Perencanaan Permulaan, perencanaan itu sangat diperlukan bagi guru-guru baru dan bagi guru-guru baru yang baru mulai tugasnya disuatu sekolah. Dari permulaan tugas itu guru perlu mengadakan serangkaian penyesuaian diri terhadap situasi-situasi baru, membantu murid yang mengalami frustasi dan rasa yang tidak aman karena baru masuk sekolah, menimbulkan kesan yang menyenangkan bagi murid-murid agar menjadi betah disekolah dan lain-lain. Perencanaan Tahunan, perencanaan ini berfungsi sebagai rencana jangka panjang untuk sekolah. Disusun berdasarkan kurikulum yang memnerikan bahan-bahan tentang pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan bagi murid bagi setiap kelas/tingkat. Perencanaan untuk hari pertama, perencanaan ini guna untuk seorang guru dalam menghadapi hari pertama, rencana ini memuat yaitu melaksanakan hal-hal yang bersifat rutin, prosedur dan bahan pengajaran, pengaturan tempat duduk murid, cara pendekatan guru terhadap murid, misalnya menghadapi diskusi, menugaskan seorang murid untuk menceritakan pengalamannya (semasa liburannya) didepan kelas. Perencanaan jangka panjang yaitu suatu renana dalam rangka melaksanakan rencana permulaan yang bersifat umum. Rencana umum ini pada dasarnya hanya berisi saran-saran tentang kegiatan-kegiatan dan bahan-bahan sumber. BAB 9 : Evaluasi Pengajaran Evaluasi adalah proses yang sistematis dari pengumpulan, analisis dan intrepretasi informasi/data untuk menentukan sejauh mana siswa telah mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan dari evaluasi itu sendiri yaitu produktivitas dan efektivitas belajar siswa, memperbaiki KBM, memeperbaiki dan menyempurnakan program, serta mengetahui kesulitan siswa dalam belajar. Proses evaluasi umumnya berpusat pada siswa, berarti evaluasi dimaksudkan untuk mengamati hasil belajar siswa dan berupaya menentukan bagaimana menciptakan kesempatan belajar. Evaluasi juga dimaksudkan untuk mengamati peranan guru, strategi pengajaran khusus, materi kurikulum, dan prinsip-prinsip belajar untuk diterapkan pada pengajaran. Fokusnya adalah bagaimana dan mengapa siswa bertindak dalam pengajaran serta apa yang mereka lakukan. Asesment adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk mengukur prestasi belajar siswa sebagai hasil suatu program intruksional. Prosedur asesment siswa harus valid, reliabel, practicable, fair dan berguna. Prosedur asesment yang valid adalah apabila menguji secara aktual apa yang hendak diuji artinya mengukur tingkah laku yang telah ditentukan/dirumuskan pada tujuan. Prosedur asesment reliable adalah pengukur konsistensi dengan pernyataan, mengetes dan menghasilkan hasil yang sama yang dicapai oleh ppopulasi siswa kendati dalam kondisi yang berbeda atau sebanding. Prosedur asesment yang pratis secara realistis murah biayanya sesuai dengan waktu dan mudah melaksanakannya. Asesment yang fairness dan usefulness karena asesment itu akurat yang merefleksikan tingkah laku-tingkah laku yang diharapkan sebagaimana telah ditetapkan dalam tujuan pelajaran. Kegunaannya karena hasilnya memberikan umpan balik tentang kemampuan siswa (kekuatan dan kekurangan). Pengukuran berkenaan dengan pengumpulan data deskriptif tentang produk siswa dan tingkah laku siswa serta hubungan dengan standar prestasi atau norma. Evaluasi merupakan bagian penting dalam suatu system instruksional. Hasil evaluasi dari orang-orang dapat digunakan untuk mengembangkan pelajaran, mengetahui tingkat pengetahuan dan keterampilan sebelum menempuh pelajaran, untuk kepentingan revisi dan perbaikan program pengajaran. Tujuan evaluasi yaitu untuk mengetahui tingkat kemajuan yang telah dicapai oleh siswa dalam suatu kurun waktu proses belajar tertentu, untuk mengetahui posisi atau kedudukan seorang siswa dalam kelompok kelasnya, untuk mengetahui tingkat usaha yang dilakukan siswa dalam belajar, dan untuk mengetahui hingga sejauh mana siswa mendayagunakan kapasitas kognitifnya untuk keperluan belajar serta untuk mengetahui tingkat daya guna dan hasil guna metode pengajaran yang telah digunakan guru dalam proses pengajaran belajar. Pada prinsipnya evaluasi hasil belajar merupakan kegiatan berencana dan berkesinambungan. Oleh karena itu evaluasi mempunyai banyak ragam yaitu pre-test dan post-test, evaluasi prasyarat, evaluasi diagnostic, evaluasi formatif, evaluasi sumatif, dan ujian akhir nasional. Adapun alat evaluasi terdiri atas dua macam bentuk yaitu bentuk objektif dan subjektif. BAGIAN KETIGA “IMPLEMENTASI PENGAJARAN” Pengajaran yang efektif berlangsung dalam suatu proses berkesinambungan, terarah berdasarkan perencanaan yang matang. Ada beberapa pertanyaan yang mendasar yaitu: Apakah siswa yang belajar memiliki motivasi yang kuat yang memdorongnya untuk melakukan perbuatan belajar? Kegiatan-kegiatan belajar apakah yang perlu dilakukan oleh siswa untuk mencapai tujuan pengajaran? Apakah pengajaran bersifat dan berfungsi melayani perbedaan individual siswa agar tercapai keberhasilan optimal yang sesuai dengan kemampuan masing-masing? Apakah pengajaran disesuaikan dengan lingkungan dan menggunakan sumber-sumber lingkungan sebagai sumber pengajaran? Jawaban terhadap keempat pertanyaan tersebut akan dibahas pada pokok-pokok bahasan dari BAB 10-13 yaitu pengajaran bernasis motivasi, pengajaran berbasis aktivitas, peengajaran berbasis perbedaan individual, dan pengajaran berbasis lingkungan. Pada dasarnya keempat pokok bahasan ini tak terpisah antara satu dengan yang lain, namun secara teoritis keempat dasar pengajaran ini sengaja dipisahkan karena mempunyai implikasi tertentu terhadap cara/metode pengajaran. BAB 10 : Pengajaran Berbasis Motivasi Motivasi,adalah perubahan energi dalam diri pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Motivasi dimulai dari adanya perubahan energi dalam pribadi,motivasi ditandai dengan reaksi-reaksi untuk mencapai tujuan semisal siswa ingin mendapatkan hadiah maka dia belajar dengan rajin. Fungsi Motivasi,meliputi sebagaia berikut ,Mendorong timbulnya kelakuan atau sesuatu perbuatan.Tanpa motivasi maka tidak akan timbul suatu perbuatan/belajar,Motivasi berfungsi sebagai pengarah,Motivasi berfungsi sebagai penggerak.Secara garis besarnya motivasi menentukan berhasil atau gagalnya perbuatan belajar murid, pengajaran yang bermotivasi menuntut kreativitas dan imajinasi guru untuk berusaha sungguh-sungguh mencari cara yang efektif untuk membangkitkan motivasi belajar siswa,dan pengajaran yang bermotivasi pada hakekatnya adalah pengajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan,dorongan dan minat siswa itu. Motivasi mempunyai dua komponen yaitu komponen dalam dan komponen luar. Komponen dalam yaitu perubahan dalam diri seseorang, keadaan merasa tidak puas, dan ketegasan psikologis. Komponen luar yaitu apa yang diinginkan seseorang, tujuan yang menjadi arah kelakuannya. Timbulnya motivasi oleh karena seseorang merasakan sesuatu kebutuhan tertentu dan karenanya perbuatan tadi terarah kepada pencapaian tujuan tertentu pula. Kebutuhan adalah kecenderungan-kecenderungan permanen dalam diri seseorang yang menimbulkan dorongan dan menimbulkan kelakuan untuk mencapai tujuan. Nilai motivasi dalam pengajaran adalah menjadi tanggung jawab guru agar pengajaran yang diberikannya berhasil dengan baik. Motivasi dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi intinsik adalah motivasi yang tercangkup dalam sitiasi belajar dan menemui kebutuhan dan tujuan-tujuan murid. Motivasi intrinsik itu sebenarnya yang timbul dalam diri sendiri. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang disebabkan oleh faktor-faktor dari luar situasi belajar seperti angka kredit, ijazah, tngkatan hadiah, mendali parten-tangan dan persaingan yang bersifat negatif. Ada beberapa prinsip-prinsip motivasi yaitu : Berberntuk lebih banyak pujian dari pada hukuman Semua murid mempunyai kebutuhan-kebutuhan psikologis tertentu yng harus mendapat kepuasam Motivasi yang berasal dari dalam individu lebih efektif dari pada motivasi yang dipaksa dari luar Perbuatan yang sesuai dengan keinginan perlu dilakukan usaha pemantauan Motivasi itu mudah menjalar atau tersebar terhadp orang lain Pemahaman yang jelas terhadap tujuan-tujuan akan merangsang motivasi Tugas-tugas yangdibebankan oleh diri sendiri akan menimbulkan minat yang lebih besar Pujian-pujian yang dating dari luar kadang-kadang diperlukan dan cukup untuk merangsang minat yang sebenarnya Cara pengajaran yang bervariasi Memanfaatkan minat yang khusus Kegiatan-kegiatan yang akan merangsang minat murid Kecemasan yang besar akan menimbulkan kesulitan belajar Keadaan emosi murid Setiap murid mempunyai tingkatan-tingkatan frustasi toleransi yang berlainan Tekanan kelompok biasanya lebih efektif dalam motivasi Motivasi yang besar erat hubungannya dengan kreativitas murid Adapun berbagai cara untuk menggerakkan atau membangkitkan motivasi belajar siswa yaitu member angka, pujian, hadiah, kerja kelompok, persaingan, tujuan, sarkasme, penilaian, karya wisata dan ekskursi, serta film pendidikan dan belajar melalui radio. BAB 11 : Pengajaran Berbasis Aktivitas Pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu aktivitas psikis atau mental yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, nilai dan sikap. Kegiatan mandiri dianggap tidak ada maknanya, karena guru adalah orag yang serba tahu dan menentukan segala hal yang dianggap penting bagi siswa. System penuangan lebih mudah pelaksanaannya bagi guru dan tidak ada masalah atau kesulitan. Guru cukup mempelajari materi dari buku, lalu disampaikan pada siswa. Disisi lain siswa hanya bertugas menerima dan menelan mereka diam dan bersikap pasif atau tidak aktif. Aktivitas merupakan asas yang terpenting dalam belajar. Belajar itu sendiri merupakan suatu kegiatan, tanpa kegiatan tidak mungkin seorang dikatakan belajar. Aktivitas diperlukan dalam belajar tidak ada belajar tanpa aktivitas. Dari dua pendapat tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa aktivitas sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran termasuk dalam kegiatan pembelajaran. Semakin tinggi motivasi dan aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran akan semakin mempercapat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Adapun yang dimaksud dengan peningkatan aktivitas dalam hal ini adalah mengupayakan terjadinya perubahan-perubahan pada diri siswa agar mau melakukan kegiatan yang berkaitan dengan proses pembelajaran. Penggunaan asas aktivitas besar nilainya dengan pengajaran para siswa oleh karena para siswa mencari pengalaman, berbuat sendiri akan mengembangkan seluruh aspek pribadi siswa secara integral, memupuk kerjasama yang harmonis, para siswa bkerja sesuai dengan minat dan kemampuan sendiri, memupuk disiplin, dan mempererat hubungan. Asas aktivitas digunakan dalam semua jenis metode pengajaran baik metode dalam kelas maupun metode pengajaran di luar kelas. Hanya saja penggunaannya dilaksanakan dalam bentuk yang berlain-lainan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai dan disesuaikan pula pada orientasi sekolah yng menggunakan jenis kegiatan itu. BAB 12 : Pengajaran Berbasis Perbedaan Individual setiap siswa memiliki karakteristik sendiri-sendiri yang berbeda satu dengan yang lain karena hal inilah setiap siswa belajar menurut tempo atau kecepatannya sendiri dan untuk setiap kelompok umur terdapat variasi kecepatan belajar. Perbedaan individual adalah individu tersendiri yang memiliki perbedaan dari yang lain. Guru hendaknya mampu memperhatikan dan melayani siswa sesuai dengan hakikat mereka masing-masing. Berkaitan dengan ini catatan pribadi setiap siswa sangat diperlukan. Antara siswa yang satu dengan yang lainnya berbeda intelegensi, jasmani, social, dan emosionalnya. Ada yang lambat dan ada yang cepat belajarnya, ada yang pendek dan ada yang besar pula badannya. Ada dua faktor yang menyebabkan terjadinya perbedaan individual, yaitu factor warisan keturunan dan factor pengaruh lingkungan. Perbedaan individual menunjukan banyak variasi dan variabilitas. Perbedaan-perbedaan itu dapat ditinjau lebih jauh dan khusus terutama pada beberapa jenis aspek perbedaan serta cirri-cirinya seperti perbedaan kecerdasan (intelegence), bakat (Aptitude), keadaan jasmaniah (physical fitness), penyesuaian social dan emosional (social and emotional adjustment), latar belakang keluarga (home background), hasil belajar (academic achievement), para siswa yang menghadapi kesulitan-kesulitan dalam handicap jasmani, kesulitan berbicara, kesulitan menyesuaikan social, serta siswa yang cerdas dan lamban belajar. Adapun ciri-ciri siswa yang lamban yaitu: Belajarnya dalam unit-unit yang lebih singkat dan pembendaharaannya lebih terbatas serta butuh sering diperiksa kemajuannya dan perlu banyak perbaikan Tidak adanya melihat kesimpulan-kesimpulan atau pengertian-pengertian sesudahnya dan lebih lambat memperoleh keterampilan-keterampilan yang mekanis dan metodik serta kurang memiliki abilitas kreatif dan abilitas untuk merencanakan. Kurang senang dengan pekerjaan orang lain dan mempunyai pengalaman-pemgalaman yang tidak menyenangkan pada waktu masuk sekolah, karena itu jadi mudah marah, kurang percaya diri, dan lebih berminat terhadap kehidupan di luar sekolah serta mudah terpengaruh oleh saran-saran orang lain Kesulitannya dalam belajar bertumpuk-tumpuk, mempunyai ruang minat yang sempit dan cenderung pada kegiatan-kegiatan over konvensasi serta memiliki waktu yang lamban dan kurang mampu melihat hasil-hasil akhir dalam perbuatannya Tidak dapat melihat unsur-unsur yang bersamaan dalam beberapa situasi yang berbeda dan daerah perhatiannya terbatas serta secara khusus memerlukan bukti atas kemajuannya Ada lima belas cara yang dapat dilakukan oleh seorang guru untuk melayani perbedaan individual dalam proses belajar mengajar disekolah yaitu akselerasi dan program tambahan, pengajaran individual, pengajaran unit, kelas khusus bagi siswa yang cerdas, kelas remidi bagi siswa yang lamban, pengelompokan berdasarkn abilitas, pengelompokan informal, survesi periode individualisasi, memperkaya dan memperluas kurikulum, diferensiasi pemberian tugas dan pemberian tugas-tugas yang fleksibel, pelajaran pilihan, sistem tutorial, pelajaran padat, bimbingan individual dan modifikasi metod-metode mengajar. Akselerasi yaitu member kesempatan kepada siswa bersangkutan untuk naik ketingkatan kelas berikutnya lebih cepat. Program tambahan yaitu kepada siswa diberikan tugas tambahan didalam setiap tigkatan kelas. Supervise periode individualisasi yaitu suatu periode dimana para siswa masing-masing mendapatkan kesempatan membaca buku-buku yang berbeda atau mengerjakan hal-hal lain dalam mata pelajaran tertentu sesuai dengan kebutuhan individu, dngan bimbingan atau suvervisi oleh guru. System tutorial adalah suatu system dalam memberikan bimbingan kepada murid-murid, terutama murid-murid yang mengalami kesulitan tertentu. BAB 13 : Pengajaran Berbasis Lingkungan Lingkungan menyediakan rangsangan terhadap individu dan sebaliknya individu memberikan respons terhadap lingkungan. Dalam prose interaksi akan ada perubahan dari diri individu berupa perubahan tingkah laku baik itu positif maupun negatif. Lingkungan merupakan suatu faktor yang penting dalam proses belajar mengajar. Lingkungan adalah sesuatu yang ada di alam sekitar yang memiliki makna pengaruh tertentu pada diri individu. Lingkungan juga sebagai dasar pengajaran maksudnya yaitu faktor kondisional yang mempengaruhi tingkah laku individu dan merupakan faktor belajar yang penting. Lingkungan belajar/pembelajaran/pendidikan terdiri dari lingkungan sosial, lingkungan personal, lingkungan alam, dan lingkungan kultura yang mencangkup hasil budaya dan tekhnologi yang dapat dijadikan sumber serta faktor belajar.ada 3 fungsi dalam suatu lingkungan pendidikan/pengajaran yaitu fungsi psikologis, fungsi pedagogis, dan fungsi instruksional. Dalam pengajaran berbasis lingkungan terdapat model pengajaran yang berpusat pada masyarakat yaitu suatu bentuk pengajaran yang memadukan antara sekolah dan masyarakat dengan cara membawa sekolah kedalam masyarakat dan/atau membawa masyarakat kedalam sekolah guna mencapai tujuan pengajaran/pendidikan yang telah ditetapkan. Prosedur belajarnya terdiri dari empat tingkatan dari konkret menuju keabstrak dan dari abstrak menuju ke konkret, tingkatannya sebagai berikut: Belajar berlangsung melalui masyarakat yang dilksanakan dalam bentuk karyawisata, manusia sumber, survei, dan pengabdian sosial. Belajar langsung melalu kegiatan-kegiatan ekspresi, seperti menggambar, menari dan dramatisasi. Belajar tak langsung melalui alat audio visual seperti peta, model, grafik, film, televisi, radio, dan internet Belajar tak langsung melalui simbol kata seperti buku, ceramah, diskusi, dan lain-lain. Ada beberapa kebaikan yaitu pengajaran bersifat realitis yang artinya mengamati kenyataan sesungguhnya dalam masyarakat dan kehidupan masyarakat yang bersifat kompleks, dapat menumbuhkan kerja sama dan integrasi antara sekolah dan masyarakat, memberi kesempatan luas bagi siswa untuk melakukan belajar secara aktif (CBSA) yang dianjurjan olej tiori belajar modern. Model pengajaran berpusat pada masyarakat memberdayakan secara optimal semua sumber masyarakat untuk kepentingan pembelajaran siswa. Masyarakat secara keseluruhan memilikiberbagai dimensi, seperti keluarga, pendidikan, tekhnolog, ekonomi, politik, rekreasi, budaya, sosial, dan dimensi kehidupan lainnya. Dimensi-dimensi tersebut mengandung aspek-aspek manusiawi, kelembagaan, sistem kehidupan, metode kerja dan kondisi situasi dengan karakteristiknya sendiri. BAGIAN KEEMPAT “STRATEGI PENGAJARAN BERPUSAT PADA ANAK” Strategi merupakan usaha untuk memperoleh kesuksesan dan keberhasilan dalam mencapai tujuan. Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran yang disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Pembelajaran yang berpusat pada siswa adalah pembelajaran yang berfokus pada individu pembelajaran (keturunan, pengalaman, perspektif, latar belakang, bakat, minat, kapasitas, dan kebutuhan) dengan fokus pada pembelajaran pengetahuan yang paling baik tentang pembelajaran dan bagaimana hal itu timbul serta tentang praktek pengajaran yang paling efektif dalam meningkatkan motivasi, pembelajaran, dan prestasi bagi semua pembelajaran. Dalam bagian terakhir ini ada lima pembahasan tentang strategi pengajaran berpusat pada siswa yaitu: BAB 14 : Pusat Belajar Modular Pusat belajar modular yaitu suatu pusat motivasi berupaya merangsang minat siswa dalam suatu mata ajaran tertentu, konsep, atau prosedur. Suatu pusat konsep dirancang untu menyajikan pengetahuan tentang suatu konsep, suatu ide atau suatu prinsip.suatu pusat proses dirancang untuk mengajar siswa bagaimana suatu objek tertentu atau kerja proses misalnya eksperimen dalam kimia. Pelaksanaan pusat belajar modular secara efektif berdasarkan 3 prinsip yaitu guru yang bebas, motivasi instrinsik, dan balikan yang kontinu. Guru yang bebas maksudnya adalah siswa harus mampu menggunakan pusat tanpa bantuan guru, cara lain untuk menentukan “guru yang bebas” yaitu dengan cara membuat kontrak belajar. Dengan cara ini guru dan siswa melakukan negosiasi dan kesepakatan agar menumbuhkan tanggung jawab personal dan mengembangkan kebiasaan mandiri. Motivasi instrinsik maksudnya yaitu guru harus memperhatikan minat dan kemampuan siswa agar pusat belajar sesuai dengan keinginan mereka dengan cara keterlibatan siswa dalam mengembangkan konsep belajar dan materil yang akan digunakan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa serta pusat belajar harus bertata warna, berdaya tarik, terorganisasi, dan terpeliharan yang baik, menyediakan kesempatan bagi 1-3 orang, serta tersedia peralatan/perlengkapan yang andal. Balikan kontinu maksudnya yaitu memberikan pengeyahuan langsung pada siswa tentang keterampilan dan konsep yang telah dipelajari agar terjadi umpan balik secara kontinu. Untuk itu guru perlu membuat kartu atau lembaran jawaban yang direkam pda pita kaset. Guru sendiri juga memerlukan umpan balik oleh pihak siswa oleh karenanya pusat belajar perlu menyediakan berbagai kesempatan kepada siswa untuk mempertunjukan responsnya terhadap pengalaman di pusat belajar.dalam rangka pusat konsep guru dapat melakukan evaluasi koreksi yang bertujuan untuk mengecek kemajuan belajar siswa dengan menggunakan instrumen atau alat ukur tertentu. Ada 6 langah yang harus ditempuh untuk mengembangkan sutau pusat belajar modular: Tujuan pusat motivasi ialah untuk membangkitkan miat siswa terhadap mata ajaran tertentu atau konsep. Para siswa diberi pertimbangan yang mendasar, insentif, atau inducement belajar misalnya bersikap negatif terhadap matematika yang ditunjukan terhadap grafik, cara ini memberikan pengalaman positif terkait dengan mata ajaran. Pusat proses dirancang untuk mengajar siswa bagaimana cara proses bekerja. Pusat konsep bertujuan untuk mengajar siswa untuk tentang suatu konsep misalnya dalam pelajaran bebicara. Mengembangkan tujuan pusat belajar bukan bertitik tolak tujuan guru melainkan pada perilaku siswa atinya kemampuan apa yang dapat dilakukan oleh siswa setelah melaksanakan tugas-tugas yang tentunya tidak dapat dilakukan sebelumnya. Tentukan hambatan-hambatan yang mungkin ada sehubungan dengan tujuan misalnya keterbatasan ruangan sedangkan tujuan terdiri dari banyak konsep yang perlu dipelajari oleh karena itu seorang guru mesti memikirkan bagaimana cara untuk mengatasinya. Melaksanakan prapenilaian terhadap pengetahuan para siswa yang terkait dengan tujuan Menyusn daftar kegiatan sehubung dengan tujuan dan material yang diperlukan berkaitan dengan kegiatan-kegiatan Merencanakan evaluasi untuk menentukan tingkat ketercapaian tujuan pusat oleh siswa yaitu untuk menentukan sejauh mana pencapaian tujuan pusat. Siswa dapat memeriksa jawaban dari evaluasi dibandingkan dengan jawaban-jawaban yang telah tersedia pada lembar jawaban sehingga siswa mengetahui dimana kedudukannya dalam kerangka tujuan belajar pusat tersebut. BAB 15 : Pengajaran Berdasarkan Pengalaman Pengajaran berdasarkan pengalaman melengkapi siswa dengan suatu alternatif pengalaman belajar dengan menggunakan pendekatan kelas, pengarahan guru misalnya metode ceramah strategi pengajaran ini menyediakan kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan-kegiatan belajar secara aktif dengan personalisasi. Tujuannya ialah untuk menambah rasa percaya diri dan kemampuan pelajar melalui partisipasi belajar aktif (berlawana dengan partisipasi aktif) dan menciptakan interaksi sosial yang positif guna memperbaiki hubungan sosial dalam kelas. Dalam prosedur untuk mempersiapkan pengalaman belajar “sambil berbuat” bagi siswa, seorang guru harus mempunyai rencana pengalaman belajar yang bersifat terbuka dan memberikan rangsangan serta motivasi pengenalan terhadap pengalaman. Keseluruhan kelas menyajikan pengalaman yang telah dipelajari sehubung dengan mata ajaran tersebut untuk memperluas belajar dan pemahaman guru melaksanakan pertemuan yang membahas bermacam-macam pengalaman. Pertemuan pembahasan tediri dari 4 yaitu review, analisis, distilasi, dan integrasi. Selain itu bermain peran juga penerapan pengajaran berdasarkan pengalaman. Keuntungannya dalam menggunakan metode ini ialah pada waktu dilaksanakannya bermain peran, siswa dapat bertindak dan mengekspresikan perasaan dan pendapat tanpa menghawatirkan mendapat sanksi. Dalam rangka menyiapkan suatu situasi bermain peran didalam kelas seorang guru memerlukan langkah-langkah yaitu pertama: persiapan dan intruksi maksudnya sebelum pelaksanaan bermain peran, siswa harus mengikuti latihan pemanasan misalnya latihan pantonim dan memberikan instruksi khusus kepada peserta bermain peran tentang peran-peran yang akan dimainkan serta memberikan instruksi-instruksi yang bertalian dengan masing-masing peran kepada peserta, kedua: tndakan dramatika daan diskusi maksudnya masing-masing kelompok diberi kesempatan untuk menyampaikan hasil observasi dan reaksi-reaksinya, dan yang ketiga: evaluasi bermain. BAB 16 : Pengajaran Berdasarkan Inkuiri Inkuiri berorientasi diskoveri menunjukan pada situasi-situasi akademik dimana kelompok-kelompok kecil siswa (umumnya antara 4 sampai 5 anggota) berupaya menemukan jawaban-jawaban atas topik-topik inkuiri. Inkuiri berdasarkan kebijakan adalah suatu bentuk inkuiri yang lebih proaktif yang berkenaan dengan adanya proposisi-proposisi kebijakan yakni pernyataan “apa yang harus” yang berorientasi pada tindakan hal mana yang bertentanga dengan proposisi fakta pernyataan tentang “apa”. Perbedaannya dengan inkuiri diskoveri adalah hakekat inkuiri dan tujuan yang hendak dicapai. Yang menjadi fokus dan tujuan adalah masalah-masalah sosial kebijakan yang dikaitkan serta ditargetkan. Strategi pembelajaran Inkuiri menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam strategi ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing siswa untuk belajar. Strategi pembelajaran inkuiri merupakan rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berpikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui tanya jawab antara guru dan siswa. tujuan dari penggunaan strategi pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis, atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental. Dengan demikian, dalam strategi pembelajaran inkuiri siswa tak hanya dituntut untuk menguasai materi pelajaran, akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimilikinya. Manusia yang hanya menguasai pelajaran belum tentu dapat mengembangkan kemampuan berpikir secara optimal. Sebaliknya, siswa akan dapat mengembangkan kemampuan berpikirnya manakala ia bisa menguasai materi pelajaran. Maka dari itu peranan guru sangat menentukan. Guru tidak lagi berperan sebagai pemberi informasi dan siswa sebagai penerima informasi, sekalipun hal itu sangat diperlukan. Peranan utama gurudalam menciptakan kondisi inkuiri adalah sebagai berikut. Iaitu sebagai motivator, yang memberi rangsangan supaya murid aktif dan gairah berfikir. Kedua bertindak sebagai fasilisator, yang menunjukkan jalan keluar jika ada hambatan dalam proses berfikir murid. Ketiga guru sebagai penanya, yaitu untuk menyedarkan murid dari kekeliruan yang mereka perbuat dan memberi keyakinan pada diri sendiri. Guru juga bertindak sebagai administrator, iaitu orang yang bertanggungjawab terhadap seluruh kegiatan di dalam kelas.Seterus guru berperanan sebagai pengarah, yang memimpin arus kegiatan berpikir siswa pada tujuan yang diharapkan. Guru juga berfungsi sebagai pengurus yang mengelola sumber belajar, waktu, dan organisasi kelas. Akhir sekali guru bertindak sebagai rewarder, iaitu orang yang memberi penghargaan pada prestasi yang dicapai dalam rangka peningkatan semangat heuristik pada murid. Supaya guru dapat melakukan perananya secara efektif maka pengenalan kemampuan murid sangat diperlukan, terutama cara berfikirnya, cara mereka membuat tanggapan dan sebagainya. BAB 17 : Pengajaran Advokasi Belajar advokasi menuntut siswa menjadi advokat dari pendapat tertentu yang bertalian dengan topik yang tersedia. Para siswa menggunakan keterampilan riset, keterampilan analisis, dan keterampilan berbicara serta mendengan, sebagaimana mereka berpatisipasi didalam kelas pengalaman advokasi dihadapkan pada isu-isu kontroversial dan harus mengembangkan suatu kasus untuk mendukung pendapat mereka didalam perangkat petunjuk dan tujuan-tujuan khusus. Pendekatan intruksional belajar advokasi mengembangkan keterampilan-keterampilan dalam logika, pemecahan masalah, berfikir kritis, serta komunikasi lisan dan tulisan. Selain itu model belajar ini akan mengembangkan aspek afektif, seperti konsep diri, rasa kemandirian, turut memperkaya sumber-sumber komunikasi antar pribadi secara efektif, meningkatkan rasa percaya diri untuk mengemukakan pendapat, serta melakukan analisis secara kritis terhadap bahasa dan gagasan yang muncul dalam debat. Dalam proses debat terdapat dua regu yaitu regu yang mendukung suatu kebijakan dan regu lawannya adalah regu oposisi (negatif). Masing-masing regu menyampaikan pandangan/pendapatnya disertai dengan argumentasi, bukti dan berbagai landasan serta menunjukan bahwa pandangan pihak lawannya memiliki kelemahan sedangkan pandangan regu sendiri adalah yang terbaik. BAB 18 : Pengajaran dengan Bantuan Komputer Teknologi dalam pengajaran dengan media-media seperti audio visual dan komputer sangatlah efektif penggunaannya dalam pengajaran sebagai penunjang tujuan instruksional khusus baik tujuan kognitif maupun tujuan afektif. Alat tersebut dapat digunakan sebagai bagian dari pelajaran atau dalam rangkaian unit pengajaran secara terencana. Komputer adalah suatu medium interaktif, dimana siswa memiliki kesempatan untuk berinteraksi dalam bentuk mempengaruhi atau mengubah urutan yang disajikan begitu juga dengan penggunaan sumber audio visual yang dapat meningkatkan motivasi dan menyajikan informasi serta prakarsa melalui stimuli visual dan audio. Komputer mempunyai nilai lebih karena dapat memberi siswa pengalaman kinestetik melalui penggunaan keyboard komputer. Komputer menjadi suatu teknologi penting dalam masyarakat karena banyak digunakan dalam kegiatan bisnis, disekolah, dan dirumah. Banyak materi pelajaran yang dapat disampaikan melalui komputer, jika siswa memiliki kemampuan menggunakan komputer. Materi tersebut terkait dengan tujuan pendidikan, oleh karena itu harus dijadikan ukuran dalam kurikulum sekolah dasar dan sekolah menengah. BAB 3 PENUTUP a) Kesimpulan Dalam book report yang saya buat ini kesimpulannya adalah ada empat dimensi yang cukup mendasar tentang proses belajar mengajar, yaitu konsep pengajaran dan kurikulum, komponen-komponen pengajaran, implementasi pengajaran, dan strategi pengajaran yang berpusat pada siswa. Pada bagian pertama dalam konsep pengajaran dan kurikulum dibagi lagi menjadi empat bab yaitu bab pertama yaitu konsep didaktik. Didaktik artinya sebagai ilmu tentang mengajar dan belajar.maksudnya bagaimana cara kita membimbing kegiatan belajar peserta didik secara optimal. Fungsinya yaitu sebagai pendorong kemajuan pengajaran dan melancarkan komunikasi serta interaksi. Kegunaan didaktik yaitu didaktik memberikan petunjuk tentang bagaimana cara membuat perencanaan, membuat tujuan-tujuan yang diinginkan, membuat suatu program yang sistematis, menyampaikanpengalaman dan pengetahuan yang secara efektif, dan bagaimana cara masyarakat memanfaatkan lingkungan sosial, ekonomi, budaya dan lain-lain serta masih banyak lagi kegunaan didaktik. Bab 2 yaitu belajar dan teori belajar. Belajar dibagi menjadi tiga bagian yaitu secara kuntitatif secara institusional, dan secara kualitatif. Bab 3 yaitu mengajar dan pengajaran. Mengajar dan pengajaran pada dasarnya merupakan suatu usaha untuk menciptakan kondisi atau sistem lingkungan yang mendukung dan memungkinkan untuk berlangsungnya proses belajar. Seorang guru sangat berperan penting dalam mengajar karena guru harus mempunyai pengetahuan yang luas agar mempermudah dalam penyampaian kepada peserta didik dan menumbuhkan anak-anak yang aktif dan inovatif. Dan bab 4 yaitu pengembangan kurikulum. Kurikulum merupakan alat untuk membantu pendidik dalam melakukan tugasnya, sebab kurikulum secara umum dapat didefinisikan sebagai rencana yang dikembangkan untuk memperlancar proses pembelajaran. Pada bagian kedua membahas lima bab yang mencangkup dalam komponen-komponen pengajaran yaitu bab 5 tujuan pendidikan an pengajaran. Tujuan mata pelajaran ini berkaitan dengan tujuan kurikulum dan mencapai tujuan pendidikan nasional. Dalam kurikulum kita akan menemukan pengelompokan mata pelajaran yaitu kelompok pendidikan jiwa pancasila, pendidikan dasar dan kecakapan khusus. Bab 6 yaitu peserta didik adalah suatu komponen dalam pengajaran, disamping faktor guru, tujuan dan metode pengajaran. Peserta didik adalah komponen yang terpenting diantara komponen lainnya, pada dasarnya murid adalah unsur penentu dalam proses belajar mengajar. Tanpa adanya mereka tidak akan terjadi proses pengajaran. Sebab merekalah yang membutuhkan pengajaran dan bukan guru, guru hanya berusaha memenuhi kebutuhan mereka. Bab 7 yaitu tenaga kependidikan. guru adalah pekerjaan profesional maka untuk menjadi guru harus memenuhi persyaratan yang berat seperti harus memiliki bakat sebagai guru, harus memiliki keahlian sebagai seorang guru, memiliki kepribadian yang baik dan terintegrasi, memiliki mental yang sehat, berbadan sehat, memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luas, guru adalah manusia yang berpancasila serta guru adalah seorang warga negara yang baik. Bab 8 yaitu perencanaan pengajaran. Salah satu faktor yang bisa membawa keberhasilan itu ialah guru tersebut senantiasa membuat perencanaan mengajar sebelumnya. Dan bab 9 yaitu evaluasi pengajaran. Pada prinsipnya evaluasi hasil belajar merupakan kegiatan berencana dan berkesinambungan. Pada bagian ketiga membahas implementasi pengajaran yang didalamnya terdapat empat bab dari bab 10 - 13 ialah Pada dasarnya keempat pokok bahasan ini tak terpisah antara satu dengan yang lain, namun secara teoritis keempat dasar pengajaran ini sengaja dipisahkan karena mempunyai implikasi tertentu terhadap cara/metode pengajaran. Pada bagian keempat ini membahas tentang strategi pengajaran yang berpusat pada siswa yang didalamnya terdapat lima bab yakni bab 14 yakni Pusat belajar modular yaitu suatu pusat motivasi berupaya merangsang minat siswa dalam suatu mata ajaran tertentu, konsep, atau prosedur. Bab 15 yakni pengajaran berdasarkan pengalaman yang mempunyai tujuan ialah untuk menambah rasa percaya diri dan kemampuan pelajar melalui partisipasi belajar aktif (berlawana dengan partisipasi aktif) dan menciptakan interaksi sosial yang positif guna memperbaiki hubungan sosial dalam kelas. Bab 16 yakni pengajaran berdasarkan inkuiri. Inkuiri berdasarkan kebijakan adalah suatu bentuk inkuiri yang lebih proaktif yang berkenaan dengan adanya proposisi-proposisi kebijakan yakni pernyataan “apa yang harus” yang berorientasi pada tindakan hal mana yang bertentanga dengan proposisi fakta pernyataan tentang “apa”. Bab 17 yakni pengajaran advokasi yang mengembangkan keterampilan-keterampilan dalam logika, pemecahan masalah, berfikir kritis, serta komunikasi lisan dan tulisan. Bab 18 yakni pengajaran dengan bantuan komputer merupakan suatu teknologi penting dalam masyarakat karena banyak digunakan dalam kegiatan bisnis, disekolah, dan dirumah. b) Saran Agar menjadi guru yang professional maka banyak-banyaklah membaca buku karena dengan membaca kita banyak mendapatkan pengetahuan. LAMPIRAN DARI INTERNET _________________________BELAJAR MENGAJAR Ulasan artikel Strategi Belajar Mengajar dan Pengetahuan Guru Dalam strategi belajar mengajar guru ditekankan supaya tidak hanya menyampaikan pengetahuan di kelas tetapi dituntut untuk meningkatkan kemampuan mendapatkan dan mengelola informasi yang sesuai dengan tahap profesionnya. Mengajar bukan hanya usaha untuk menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga usaha mewujudkan sistem lingkungan yang mendidik murid agar tujuan pengajaran dapat tercapai secara optima. Mengajar dalam pemahaman ini memerlukan suatu strategi belajar mengajar yang sesuai. Mutu pengajaran tergantung pada pemilihan strategi yang tepat dalam mengembangkan kreativiti dan sikap inovatif murid. Untuk itu perlu dibina dan dikembangkan kemampuan professional guru untuk mengelola program pengajaran dengan pelbagai strategi belajar. Dalam artikel menurut J.R. David dalam Teaching Strategies for College Class Room (1976) strategi belajar-mengajar meliputi rencana, kaedah dan peringkat kegiatan yang dirancang untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu. Untuk melaksanakan strategi tertentu maka diperlukan kaedah pengajaran. J. R David mengatakan terdapat enam komponen dalam strategi belajar mengajar iaitu tujuan pengajaran,guru, murid,kandungan pengajaran, kaedah pengajaran, media pengajaran dan faktor pengurusan dan kewangan. Kesemua komponen in memainkan peranan dalam memilih strateginbelajar yang akan digunakan. Artikel menerangkan terdapat tiga strategi mengajar iaitu strategi belajar mengajar iaitu strategi belajar mengajar yang berpusat pada guru, strategi belajar mengajar yang berpusat pada murid,strategi belajar mengajar yang berpusat pada kandungan pengajaran. Selain itu turut disentuh berkenaan kompetensi dalam strategi megajar. Pendidikan berdasarkan kompetensi adalah suatu sistem dengan komponen- komponennya yang terdiri atas masuk, proses, keluar, dan umpan balik. Ini bermaksud, dalam proses mengajar akan berlaku peringkat pertama masuk iaitu perencanaan sistem mengajar yang akan digunakan dalam program pendidikan, kedua proses iaitu pelaksanaan program dan penerapan pengalaman belajar dengan pendekatan modular, ketiga keluar yang mana peringkat penyelesaian program dan umpan balik bermaksud matlamat yang ingin dicapai dapat dilihat pada murid. Pedoman Pelaksanaan Pola Pembaharuan Sistem Pendidikan Tenaga Kependidikan (P4SPTK) di Indonesia mengemukakan 10 kemampuan dasar bagi guru yang professional, iaitu menguasai bahan, mengelola program belajar mengajar, mengelola kelas,menggunakan media atau sumber,menguasai dasar- dasar pendidikan,mengelola interaksi belajar mengajar, menilai prestasi murid untuk pendidikan pengajaran, mengetahui fungsi program bimbingan, mengetahui pengurusan pentadbiran, memahami dan menafsirkan hasil-hasil penelitian pendidikan guna keperluan pengajaran Menurut Bloom, taksonomi tujuan pengajaran dapat dibahagikan dalam tiga bahagian (domain) iaitu bahagian kognitif yang mana adalah bahagian yang berhubungan dengan pengetahuan pengenalan, dan keterampilan serta kemampuan intelektual. Kedua ialah bahagian efektif yang berhubungan dengan perubahan sikap, nilai dan perkembangan moral dan keyakinan manakla bahagian ketiga ialah bahagian psikomotorik yang berhubungan dengan keterampilan motorik. Ketiga-tiga bahagian tersebut pada hakikatnya tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain, saling berinterpenetrasi sehingga merupakan satu kesatuan yang utuh. Taksanomi tujuan pengajaran pada bahagian kognitif menurut Bloom terdiri atas enam aras yang susunannya sebagai berikut pertama; pengetahuan (knowledge) adalah kemampuan untuk mengenal atau mengingat kembali sesuatu objek, idea, prosedur, prinsip atau teori yang pernah ditemukan dalam pengalaman tanpa memanipulasikannya dalam bentuk atau simbol lain. Aras kedua yakni pemahaman (comprehension) adalah kegiatan mental intelektual yang mengorganisasikan materi yang telah diketahui, perilaku yang dapat didemontrasikan yang menunjukkan bahawa kemampuan mengerti, memahami yang telah dikuasai antara lain ialah dapat menjelaskan dengan kata-kata sendiri, dapat membandingkan, dapat membezkan dan dapat mempertimbangkan kemampuan—kemampuan yang tergolong dalam taksonomi ini, adalah translasi, iaitu kemampuan untuk mengikuti simbol tertentu menjadi simbol lain tanpa perubahan makna, interpretasi iaitu kemampuan menjelaskan makna yang terdapat di dalam simbol, baik simbol verbal maupun yang non verbal. Dapat menginterpretasikan konsep atau prinsip dan dapat menjelaskan secara terperinci makna, dapat membandingkan, membezakan, atau mempertentangkannya dengan sesuatu yang lain.ekstrapolasi ialah kemampuan untuk melihat kecenderungan atau arah atau kelanjutan dari suatu temuan. Aras Taksonomi Bloom yang ketiga ialah penerapan (Application) iaitu kemampuan untuk menggunakan konsep, prinsip, prosedur atau teori tertentu pada situasi tertentu. Analisis (Analysis) adalah kemampuan untuk menguraikan suatu bahan (fenomena atau bahan pelajaran) ke dalam unsur-unsurnya, kemudian menghubungkan bahagian dengan bahagian lain disusun dan diorganisasikan merupakan aras keempat. Pada aras kelima kemahiran syntesis (Synthesis) yakni kemampuan untuk mengumpulkan dan mengorganisasikan semua unsur atau bahagian sehingga membentuk satu keseluruhan secara utuh. Dengan kata lain, kemampuan untuk menampilkan pikiran secara orisinil atau inovatif. Dana aras paling tinggi ialah evaluasi (Evaluation) iaitu kemampuan untuk mengambil keputusan, menyatakan pendapat atau memberi penilaian berdasarkan kriteria- kriteria tertentu baik kualitatif mahupun kuantitatif. Taksonomi tujuan pengajaran pada kawasan afektif penggolongannya dikategorikan dalam lima jenis taksonomi yang terurut secara bertahap iaitu pertama penerimaan (Receiving/Attending).Ia diperinci dalam tiga tahap iaitu kesediaan untuk menerima (awarness) iaitu adanya kesediaan untuk berinteraksi dengan stimulus (program pengajaran, bahan bacaan, tontonan). Kedua ; kemahuan untuk menerima (Willingness To Receives) iaitu usaha untuk mengalokasikan perhatian pada stimulus yang bersangkutan dan yang ketiga mengkhususkan perhatian (Controlled Or Selected Attention) pada bahagian tertentu dari stimulus yang diperhatikan. Taksonomi tahap kedua ialah penanggapan (Responding). Proses ini terdiri atas tiga tahap iaitu kesediaan menanggapi ( Acquiescence Of Responding),kemahuan menanggapi ( Willingness To Respond)dan kepuasan menanggapi (Satisfaction In Response) . Tahap ketiga ialah penilaian (Valuing).Pada tahap ini sudah mulai timbul proses internalisasi iaitu proses untuk memiliki dan menghayati nilai dari stimulus yang dihadapi. Proses ini terbahagi atas empat tahap sebagai berikut menerima nilai (Acceptance Of Value), memilihi nilai yang lebih disenangi (Preference For A Value) Komitmen yaitu kesetujuan terhadap suatu nilai dengan alasan-alasan tertentu muncul dari rangkaian pengalaman. Bagi tahap pengorganisasian (Organization), tahap ini tidak hanya menginternalisasi satu nilai tertentu tetapi mulai melihat beberapa nilai yang relevan untuk disusun menjadi satu system nilai, yang terdiri daripada dua tahap seperti berikut iaitu konseptualisasi nilai iaitu keinginan untuk menilai hasil karya orang lain atau menemukan asumsi-asumsi yang mendasari suatu kebiasaan. Kedua pengorganisasian sistem nilai, yakni menyusun peringkat nilai dalam suatu system nilai berdasarkan tingkat keutamaannya. Karakterisasi (Characterization) yaitu kemampuan untuk menghayati atau mempribadikan system nilai. Proses ini terdiri dari dua tahapan iaitu generalisasi iaitu kemampuan untuk melihat suatu masalah dari suatu sudut pandang tertentu dan karakteristik iaitu mengembangkan pandangan hidup tertentu yang memberi corak tersendiri pada kepribadian diri yang bersangkutanTaksonomi. Tujuan Pengajaran pada Kawasan Psikomotorik adalah pengajaran pada kawasan ini menuntut pengembangan keterampilan dalam bidang tertentu. Taksonomi Psikomotorik dapat disederhanakan dalam lima tahap iaitu kesediaan (Set), meniru (Imitation), membiasakan (Habitual), menyesuaikan (Adaptation) dan menciptakan (Origination) Dalam bab ini terdapat beberapa startegi yang boleh digunakan untuk mengajar murid-murid . Antaranya ialah cara belajar murid aktif . Ia adalah cara mengajar dengan melibatkan penglibatan murid secara maksima dalam proses belajar baik kegiatan mental intelektual, kegiatan emosional, maupun kegiatan fizikal secara terpadu. Menurut Conny Seniawan, CBSA yang dipraktikkan adalah cara belajar siswa aktif yang mampu mengembangkan keterampilan memproseskan perolehan. Keterampilan memproseskan perolehan pada murid meliputi keterampilan-keterampilan mengamati/observasi, membuat hipotesis, merencanakan penelitian, mengendalikan Variabel, menafsirkan data, menyusun kesimpulan, membuat prediksi, menerapkan dan mengkomunikasikan. Mengajar dalam pendekatan ini, menciptakan sistem lingkungan yang memungkinan semua kemampuan murid dapat dikembangkan dalam proses belajar. Bahan disajikan secara merangsang, kemampuan murid dihitung, guru berfungsi sebagai motivator, organisation, pengarah dan media pengajaran yang cukup komunikatif. Di dalam sisten ini, murid memperoleh pengalaman belajar yang bermakna. Menurut Conny Semiawan, prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam usaha menciptakan kondisi belajar supaya murid dapat mengoptimalkan penglibatannya dalam proses belajar mengajar, ialah ; Prinsip motivasi, dimana guru berperan sebagai motivator yang merangsang dan membangkitkan motif- motif yang positif dari siswa dalam proses belajar mengajar. Kedua prinsip latar ataukonteks, iaitu prinsip keterhubungan bahan baru dengan apa yang telah diperoleh siswa sebelumnya. Dengan perolehan yang ada inilah smurid dapat memproses bahan baru. Prinsip ketiga ; prinsip Keterarahan, iaitu adanya pola menuntut pengembangan keterampilan dalam bidang tertentu. Taksonomi Psikomotorik dapat disederhanakan dalam lima tahap iaitu kesediaan (Set), meniru (Imitation), membiasakan (Habitual), menyesuaikan (Adaptation) dan menciptakan (Origination) Dalam bab ini terdapat beberapa startegi yang boleh digunakan untuk mengajar murid-murid . Antaranya ialah cara belajar murid aktif . Ia adalah cara mengajar dengan melibatkan penglibatan murid secara maksima dalam proses belajar baik kegiatan mental intelektual, kegiatan emosional, maupun kegiatan fizikal secara terpadu. Menurut Conny Seniawan, CBSA yang dipraktikkan adalah cara belajar siswa aktif yang mampu mengembangkan keterampilan memproseskan perolehan. Keterampilan memproseskan perolehan pada murid meliputi keterampilan-keterampilan mengamati/observasi, membuat hipotesis, merencanakan penelitian, mengendalikan Variabel, menafsirkan data, menyusun kesimpulan, membuat prediksi, menerapkan dan mengkomunikasikan. Mengajar dalam pendekatan ini, menciptakan system lingkungan yang memungkinan semua kemampuan murid dapat dikembangkan dalam proses belajar. Bahan disajikan secara merangsang, kemampuan murid dihitung, guru berfungsi sebagai motivator, organisation, pengarah dan media pengajaran yang cukup komunikatif. Di dalam sisten ini, murid memperoleh pengalaman belajar yang bermakna. Menurut Conny Semiawan, prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam usaha menciptakan kondisi belajar supaya murid dapat mengoptimalkan penglibatannya dalam proses belajar mengajar, ialah ; Prinsip motivasi, dimana guru berperan sebagai motivator yang merangsang dan membangkitkan motif- motif yang positif dari siswa dalam proses belajar mengajar. Kedua prinsip latar ataukonteks, iaitu prinsip keterhubungan bahan baru dengan apa yang telah diperoleh siswa sebelumnya. Dengan perolehan yang ada inilah smurid dapat memproses bahan baru. Prinsip ketiga ; prinsip Keterarahan,yaitu adanya pola pengajaran yang menghubung-hubungkan seluruh aspek pengajaran .Keempat ; Prinsip belajar sambil bekerja, iaitu mengintegrasikan pengalaman dengan kegiatan fiziakl dan pengalaman dengan kegiatan intelektual .Seterusnya ialah prinsip perbedaan perorangan, yaitu kenyataan bahwa ada perbedaan-perbedaan tertentu di antara setiap murid , sehingga mereka tidak diperlakukan secara klasikal. Keenam; prinsip menemukan, yaitu membiarkan sendiri murid menemukan informasi yang diperlukan dengan arahan seperlunya daripada guru dan akhir sekalipinsip pemecahan masalah, iaitu mengarahkan siswa untuk peka pada masalah dan mempunyai keterampilan untuk mampu menyelesaikannya. Selain itu strategi lain yang boleh digunakan ialah strategi inkuiri berarti suatu rangkaian kegiatan kegiatan belajar yang melibatkan secara maksima seluruh kemampuan murid untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya denga penuh percaya diri. Sasaran utama kegiatan mengajar pada strategi ini ialah keterlibatan murid secara maksimal dalam proses kegiatan belajar. Kegiatan belajar di sini adalah egiatan mental intelektual dan sosial emosional. Selain itu keterarahan kegiatan secara logis dan sistematis pada tujuan pengajaran juga ditekankan. Strategi inkuiri juga membantu mengembangkan sikap percaya pada diri sendiri (selfbelief) pada diri murid tentang apa yang ditemukan dalam proses inkuiri. Dalam startegi penemuan inkuiri, untuk menyusun strategi yang terarah perlu diperhatikan kondisi-kondisi yang memungkinkan murid dapat berinkuiri secara maksimal. Kondisi-kondisi umum yang merupakan syarat bagi timbulnya inkuiri bagi murid adalah aspek sosial di dalam kelas dan suasana terbuka yang mengundang murid berdiskusi. Hal ini menuntut adanya suasana bebas di dalam kelas, setiap murid tidak merasakan adanya tekanan/hambatan untuk mengemukakan pendapatnya. Kebebasan berbicara dan penghargaan terhadap pendapat yang berbeda walaupun pendapat itu tidak relevn Inkuiri berfokus pada hipotesis murid perlu menyedari bahwa ada dasarnya semua pengetahuan bersifat tentatif, tidak ada kebenaran yang bersifat mutlak. Sehubungan adanya pelbagai sudut pandangan yang berbeza di antara murid, maka dimungkinkan adanya variasi penyelesaian masalah sehingga inkuiri bersifat open ended, ada pelbagai kesimpulan yang berbeza dari setiap murid dengan argumen yang benar. Disamping Inkuiri terbuka dikenal juga inkuiri tertutup iaitu jika hanya ada satu-satunya kesimpulan yang benar sebagai hasil proses inkuiri. Dalam inkuiri penggunaan fakta dianggap sebagai evidensi. Di dalam kelas dibicarakan validitas dan reliabilitas tentang fakta sebagaimana dituntut dalam pengujian hipotesis pada umumnya. Untuk menciptakan kondisi diatas, maka peranan guru sangat menentukan. Guru tidak lagi berperan sebagai pemberi informasi dan siswa sebagai penerima informasi, sekalipun hal itu sangat diperlukan. Peranan utama gurudalam menciptakan kondisi inkuiri adalah sebagai berikut. Iaitu sebagai motivator, yang memberi rangsangan supaya murid aktif dan ghairah berfikir. Kedua bertindak sebagai fasilisator, yang menunjukkan jalan keluar jika ada hambatan dalam proses berfikir murid. Ketiga guru sebagai penanya,iaitu untuk menyedarkan murid dari kekeliruan yang mereka perbuat dan memberi keyakinan pada diri sendiri. Guru juga bertindak sebagai administrator, iaitu orang yang bertanggungjawab terhadap seluruh kegiatan di dalam kelas.Seterus guru berperanan sebagai pengarah, yang memimpin arus kegiatan berpikir siswa pada tujuan yang diharapkan. Guru juga berfungsi sebagai pengurus yang mengelola sumber belajar, waktu, dan organisasi kelas. Akhir sekali guru bertindak sebagai rewarder, iaitu orang yang memberi penghargaan pada prestasi yang dicapai dalam rangka peningkatan semangat heuristik pada murid. Supaya guru dapat melakukan perananya secara efektif maka pengenalan kemampuan murid sangat diperlukan, terutama cara berfikirnya, cara mereka membuat tanggapan dan sebagainya. Strategi belajar mengajar inkuiri dapat dilaksanakan dengan berbagai metode mengajar seperti tanya jawab, diskusi, problem solving, studi kasus, penelitian mandiri dan sebagainya. Salah satu teknik yang banyak dipakai dalam berbagai metode mengajar ialah teknik bertanya. Strategi belajar mengajar melalui penyelesaian masalah memberi tekanan pada terselesaikannya suatu masalah secara menalar. Proses ini berlangsung secara bertahap, mulai dari menerima stimulus dari lingkungan sampai pada memberi respons yang tepat terhadapnya Penyelesaian masalah dapat dilakukan dengan berbagai cara antaranya penyelesaian masalah berdasarkan pengalaman masa lampau, dalam hal ini penyelesaian masalah kurang (tidak) rasional. Kedua, penyelesaian masalah secara intuitif masalah diselesaikan tidak berdasarkan akal, tetapi berdasarkan intuisi atau firasat. Ketiga penyelesaian masalah dengan cara trial error, penyelesaian masalah dilakukan dengan cuba- cuba, percubaan yang dilakukan tidak berdasar hipotesis tetapi secara rawak. Satu lagi ialah penyelesaian masalah secara otoritas. Penyelesaian masalah dilakukan berdasarkan kemudahan dan kesenangan seseorang. Selain itu penyelesaian masalah secara meta fisik. Masalah-masalah yang dihadapi dalam dunia empiric diselesaikan dengan prinsip-prinsip yang bersumber pada dunia supranatural/dunia mistik/dunia ghaib. Penyelesaian masalah secara ilmiah pula ialah penyelesaian masalah secara rasional melalui proses deduksi dan induksi. Dalam strategi penyelesian masalah kaedah diskusi kelompok boleh dijalankan. Cara belajar siswa aktif berperan dalam strategi belajar mengajar, indicator terhadap tinggi rendahnya kadar CBSA dalam kegiatan belajar mengajar ialah: 1. Prakarsa siswa secara spontan dalam mengemukakan pendapat secara berani dalam kegiatan belajar mengajar 2. Keterikatan siswa pada tugas (on the task) sebagai lawan dari off the task (kecenderungan menghindari tugas) 3. Belajar dari pengalaman langsung (experiental learning) 4. Kefasilitatoran guru dalam proses belajar mengajar 5. Variasi bentuk dan alat kegiatan belajar mengajarDengan metode diskusi kelompok sebagai salah satu metode pengajaran, siswa belajar bagaimana belajar dari orang lain, bagaimana menanggapi pendapat orang lain, bagaimana memelihara kesatuan kelompok, dan belajar tentang teknik-teknik pengambilan keputusan yang amat berguna bagi mereka dalam kehidupan bermasyarakat. Pengalaman belajar yang demikian tidak akan terjadi jika guru menyajikan pelajaran dengan metode ceramah. 6. Kualitas interaksi antarsiswa, baik secara intelektual maupun secara social emosional. Dilihat dari indicator yang terakhir ini, maka diskusikelompok merupakan pilihan yang tepat pada strategi belajar mengajar. Di dalam diskusi kelompok siswa belajar menghargai pendapat orang lain, bersikap terbuka, mengaktualisasikan diri, percaya diri, dan sebagainya. Kelompok yang dimaksud dalam strategi belajar mengajar ini adalah dynamic group (kelompok dinamik) yang mempunyai lima ciri pokok sebagai berikut: 1. Interaksi. Anggota-anggota kelompok terikat pada pokok pembicaraan tertentu. Diskusi dalam kelompok berjalan lancar dan bermutu jika ditunjang dengan sumber-sumber informasi seperti buku, surat kabar, rekaan atau nara sumber 2. Tujuan. Suatu kelompok diskusi mempunyai tujuan bersama yang jelas 3. Kepemimpinan. Tingkah laku yang tampak dalam fungsi kepemimpinan itu ialah: a. Prakarsa insentif), mengemukakan pendapat tentang apa yang perlu dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya di dalam kelompok b. Menyumbangkan informasi, memberi informasi yang relevan guna membantu kelompok menyelesaikan masalah c. Pendapat, yaitu memberi pendapat tentang sesuatu yang dibicarakan atau yang dikerjakan d. Klarifikasi, memperjelas dan mempertegas kembali pendapat anggota lain sehingga setiap anggota memahami dengan jelas e. Kontrol, meyakinkan bahwa pekerjaan telah terlaksana sebagaimana mestinya pada tahap tahap tertentu f. Standar, mengemukakan tolok ukur atau patokan untuk mengidentifikasikan kualitas dari urunan pendapat dan partisipasi anggota g. Harmonisasi, mengurangi ketegangan atau konflik yang muncul dalam belajar dari orang lain, bagaimana menanggapi pendapat orang lain, bagaimana memelihara kesatuan kelompok, dan belajar tentang teknik-teknik pengambilan keputusan yang amat berguna bagi mereka dalam kehidupan bermasyarakat. Pengalaman belajar yang demikian tidak akan terjadi jika guru menyajikan pelajaran dengan metode ceramah. h. Perangkuman, yaitu meninjau ulang dan menyimpulkan apa yang telah dilakukan i. Regulasi, menjaga adanya giliran berbicara yang telah merata di antara anggota kelompok. 4. Norma. Setiap anggota kelompok terikat pada norma-norma tertentu, ketaatan pada norma-norma akan membuat kelompok lebih kohesif dan efisien. 5. Emosi. Untuk membina perasaan-perasaan positif setiap anggota Penyelesaian masalah dalam strategi belajar mengajar disini ialah penyelesaian masalah secara ilmiah atau semi ilmiah. Guru memilih bahan pelajaran yang memiliki permasalahan, materi pelajaran tidak terbatas hanya pada buku teks disekolah tetapi dapat diambil dari sumber-sumber lingkungan yang ada. Penyelesaian masalah menurut Lawrence Senesh yang merupakan seorang guru besar ekonomi yang mengemukakan tahap-tahap penyelesaian masalah dalam pengajaran ekonomi telah mengemukakan tiga tahap dalam proses penyelesaiaan masalah ekonomi, iaitu tahap motivasi, tahap pengembangan, dan tahap kulminasi Penyelesaian masalah itu sendiri berada dalam tahap yang kedua yaitu tahap pengembangan dengan langkah-langkah penyelesaiannya sebagai berikut: a. Menentukan gejala-gejala problematic (symptus of the problem) , b.Mempelajari aspek-aspek permasalahan (aspects of the problem), c. Mendefinisikan masalah (definition of problem), d. Menentukan ruang lingkup permasalahan (scope of he problem), e. Menganalisis sebab-sebab masalah (causes of the problem), dan f. Menyelesaikan masalah (solution of the problem) Penyelesaian masalah menurut David Johnson & Johnson pula ialah suatu isu yang berkiatan dengan pokok bahasan dalam pelajaran diberikan kepada murid untuk diselesaikan. Masalah yang dipilih mempunyai sifat Conflict Issue atau controversial, masalahnya dianggap penting dan dapat diselesaikan. Bahan-bahan dapat diambil daripada peristiwa-peristiwa di sekitar murid. PENGAJARAN BERBASIS LINGKUNGAN Belajar pada hakikatnya adalah suatu interaksi antara individu dan lingkungan. Lingkungan menyediakan rangsangan (stimulus) terhadap individu dan sebaliknya individu memberikan respons terhadap lingkungan. Dalam proses interaksi itu dapat terjadi perubahan pada diri individu berupa perubahan tingkah laku. Dapat juga terjadi, individu menyebabkan terjadinya perubahan pada lingkungan, baik yang positif atau bersifat negatif. Hal ini menunjukkan, bahwa fungsi lingkungan merupakan faktor yang penting dalam proses belajar mengajar. Tokoh-tokoh pendidikan masa lampau berpandangan bahwa faktor lingkungan sangat bermakna dan dijadikan sebagai landasan dalam mengembangkan konsep pendidikan dan pengajaran. Misalnya J.J. Rousseau dengan teorinya "Kembali ke Alam" menunjukkan betapa pentingnya pengaruh alam terhadap perkembangan anak didik. Karena itu pendidikan anak harus dilaksanakan di lingkungan alam yang bersih, tenang, suasana menyenangkan, dan segar, sehingga sang anak tumbuh sebagai manusia yang baik. Jan Ligthart terkenal dengan "Pengajaran Alam Sekitar". Menurut tokoh ini pendidikan sebaiknya disesuaikan dengan keadaan alam sekitar. Alam sekitar (Millieu) adalah segala sesuatu yang ada di sekitar kita. Pengajaran berdasarkan alam sekitar akan membantu anak didik untuk menyesuaikan dirinya dengan keadaan sekitarnya. Ovide Decroly dikenal dengan teorinya, bahwa "Sekolah adalah dari kehidupan dan untuk kehidupan" (Ecolepourlaviepar laviej. Dikemukakan, bahwa "bawalah kehidupan ke dalam sekolah agar kelak anak didik dapat hidup di masyarakat". Pandangan ketiga tokoh pendidikan tersebut sedikit banyak menggambarkan. bahwa lingkungan merupakan dasar pendidikan/ pengajaran yang penting. bahkan dengan dasar ini dapat dikembangkan suatu model persekolahan yang berorientasi pada lingkungan masyarakat. A. Pengertian Lingkungan Ada dua istilah yang sangat erat kaitannya tetapi berbeda secara gradual, ialah "alam sekitar" dan "lingkungan". Alam sekitar mencakup segala hal yang ada di sekitar kita, baik yang jauh maupun yang dekat letaknya, baik masa silam maupun yang akan datang tidak terikat pada dimensi waktu dan tempat. Lingkungan adalah sesuatu yang ada di alam sekitar yang memiliki makna dan/atau pengaruh tertentu kepada individu. Contoh: Seseorang yang sedang berada dalam perjalanan di padang pasir tentunya merasa sangat haus dan dahaga. Baginya, air merupakan lingkungan sangat bermakna guna meredam rasa hausnya. Kalaulah dia memiliki 1 kg emas, namun tidak ada maknanya dalam situasi/kondisi yang sedang dihadapi oleh individu bersangkutan. Jadi. air merupakan lingkungan bagi individu, dan besar pengaruhnya terhadap perilaku individu tersebut. Istilah lain yang erat kaitannya dengan lingkungan adalah "ekologi" atau sering disebut "lingkungan hidup". Ekologi terdiri dari bio-ekologi, geo-ekologi, dan kultur-ekologi. Bio-ekologi mencakup unsur lingkungan yang hidup meliputi manusia, tumbuh-tumbuhan, dan binatang. Geo-ekologi mencakup alam seperti bumi, air, matahari, dan sebagainya. Kultur-ekologi mencakup budaya dan teknologi. Lingkungan hidup sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia, dan sebaliknya manusia dapat mengubah ekologi itu, baik secara positif (konstruktif) ataupun negatif (destruktif). Ekologi yang rusak pada gilirannya dapat merusak kehidupan manusia itu sendiri, padahal kerusakan lingkungan tersebut sebagai akibat ulah dan perilaku manusia yang tak bertanggung jawab. Lingkungan (environment) sebagai dasar pengajaran adalah faktor kondisional yang mempengaruhi tingkah laku individu dan merupakan faktor belajar yang penting. Lingkungan belajar/pembelajaran/pendidikan terdiri atas; 1. Lingkungan sosial adalah lingkungan masyarakat baik kelompok besar atau kelompok kecil. 2. Lingkungan personal meliputi individu-individu sebagai suatu pribadi berpengaruh terhadap individu pribadi lainnya. 3. Lingkungan alam (fisik) meliputi semua sumber daya alam yang dapat diberdayakan sebagai sumber belajar. 4. Lingkungan kultural mencakup hasil budaya dan teknologi yang dapat dijadikan sumber belajar dan yang dapat menjadi faktor pendukung pengajaran. Dalam konteks ini termasuk sistem nilai, norma, dan adat kebiasaan. Suatu lingkungan pendidikan/pengajaran memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut: 1) Fungsi psikologis; Stimulus bersumber/berasal dari lingkungan yang merupakan rangsangan terhadap individu sehingga terjadi respons, yang menunjukkan tingkah laku tertentu. Respons tadi pada gilirannya dapat menjadi suatu stimulus baru yang menimbulkan respons baru, demikian seterusnya. Ini berarti, lingkungan mengandung makna dan melaksanakan fungsi psikologis tertentu. 2) Fungsi pedagogis; Lingkungan memberikan pengaruh-pengaruh yang bersifat mendidik, khususnya lingkungan yang sengaja disiapkan sebagai suatu lembaga pendidikan, misalnya keluarga, sekolah, lembaga pelatihan, lembaga-lembaga sosial. Masing-masing lembaga tersebut memiliki program pendidikan, baik tertulis maupun yang tidak tertulis. 3) Fungsi instruksional; Program instruksional merupakan suatu ling¬kungan pengajaran/pembelajaran yang, dirancang secara khusus. Guru yang mengajar, materi pelajaran, sarana dan prasarana penga-jaran, media pengajaran, dan kondisi lingkungan kelas (fisik) merupa¬kan lingkungan yang sengaja dikembangkan untuk mengembangkan tingkah laku siswa. Suatu dimensi lingkungan yang sangat penting adalah masyarakat. Dalam konteks ini masyarakat mencakup unsur-unsur individu, kelompok, sumber-sumber alami, sumber budaya, sistem nilai dan norma, kondisi/ situasi serta masalah-masalah, dan berbagai hambatan dalam masyarakat secara keseluruhan merupakan lingkungan masyarakat. B. Pengajaran Berpusat Pada Masyarakat Model pengajaran yang berpusat pada masyarakat adalah suatu bentuk pengajaran yang memadukan antara sekolah dan masyarakat dengan cara membawa sekolah ke dalam masyarakat dan/atau membawa masyarakat ke dalam sekolah guna mencapai tujuan pengajaran/ pendidikan yang telah ditetapkan. Pengajaran yang berpusat pada masyarakat memiliki karakteristik. sebagai berikut. a. Pengajaran berorientasi pada masyarakat. b. Pengajaran bertujuan untuk memperbaiki kehidupan masyarakat. c. Kurikulum yang menjadi landasan pengajaran terdiri dari proses-proses dan masalah-masalah sosial. d. Kegiatan belajar memadukan antara kegiatan serba langsung di masyarakat dengan kegiatan belajar yang bersumber dari buku teks. e. Disiplin kelas berdasarkan tanggung jawab bersama bukan berdasar-kan paksaan atau kebebasan mutlak. f. Metode mengajar terutama dititikberatkan pada pemecahan masalah untuk memenuhi kebutuhan perorangan dan kebutuhan sosial atau kelompok. g. Bentuk hubungan dan kerja sama sekolah dan masyarakat adalah mempelajari sumber-sumber masyarakat, menggunakan sumber-sumber tersebut, dan memperbaiki masyarakat tersebut. h. Strategi pengajaran meliputi karyawisata, manusia (narasumber), survei masyarakat, berkemah, kerja pengalaman, pelayanan masya¬rakat, proyek perbaikan masyarakat, dan sekolah pusat masyarakat. 1. Prosedur Belajar Prosedur belajar terdiri dari empat tingkatan, dari konkret menuju ke abstrak, dan dari abstrak menuju ke konkret. Tingkat-tingkat belajar itu adalah sebagai berikut: a) Tingkat 1: Belajar langsung melalui masyarakat yang dilaksanakan dalam bentuk karyawisata, manusia sumber, survei, dan pengabdian sosial. b) Tingkat 2: Belajar langsung melalui kegiatan-kegiatan ekspresi seperti menggambar, menari, dan d'ramatisasi. c) Tingkat 3: Belajar tak langsung melalui alat audio visual, seperti peta, model, grafik, film, televisi, radio, dan internet. d) Tingkat 4: Belajar tak langsung melalui simbol kata, seperti buku ceramah, diskusi, dan Iain-lain. Pengajaran yang berpusat pada masyarakat terutama dititikberatkan pada tingkat belajar langsung melalui masyarakat yang konkret. 2. Beberapa Kebaikan Pengajaran yang berorientasi dan/atau berpusat pada masyarakat memiliki beberapa kebaikan sebagai berikut: a) Pengajaran bersifat realistis, karena hal-hal yang dipelajari bersumber dari kehidupan yang nyata. Para siswa dapat mengamati kenyataan sesungguhnya dalam masyarakat dan kehidupan masyarakat yang bersifat kompleks. Pengajaran ini pada gilirannya akan mengembangkan berbagai pengalaman dan pengetahuan yang praktis dan terpakai. b) Pengajaran ini menumbuhkan kerja sama dan integrasi antara sekolah dan masyarakat, karena sekolah masuk ke dalam masyarakat dan masyarakat masuk ke dalam lingkungan sekolah. Metode karya-wisata dan manusia sumber merupakan kesempatan belajar yang efektif bagi siswa dalam kerangka perpaduan antara kedua institusi tersebut. Dengan demikian, kesenjangan antara sekolah dan ma-syarakat yang terjadi selama ini berada pada tingkat minimal. c) Model pengajaran ini memberi kesempatan luas bagi siswa untuk melakukan belajar secara aktif (CBSA), yang dianjurkan oleh teori belajar modern. Para siswa merencanakan sendiri, mencari informasi sendiri, melakukan kegiatan proyek sendiri, dan memecahkan berbagai masalah sendiri, baik melalui belajar individual maupun belajar kelompok. d) Prosedur pengajaran memberdayakan semua metode dan teknik pembelajaran secara sistematis dan bervariasi seperti ceramah, dis¬kusi, kerja kelompok, belajar mandiri, demonstrasi, dan eksperimen. e) Model pengajaran ini dilandasi oleh konsep pendidikan Education is here and now. Pendidikan adaiah membantu siswa agar mampu berperar. dalam kehidupan sekarang ini dan di sink Sekarang ini, artinya hal-hal yang telah dipelajari berdaya guna dan berhasil guna untuk menghadapi tantangan yang ada dewasa ini. Di sini berarti hasil pendidikan dapat diterapkan di masyarakat sekitarnya di mana mereka tinggal. Jadi, pendidikan pada hakikatnya bukan mengacu ke masa depan yang relatif masih jauh dan bukan pula menyiapkan siswa untuk hidup di lingkurfgan masyarakat yang tidak dan/atau belum mereka kenal dengan (baik. Pendapat ini dilandasi asumsi, bahwa setiap masyarakat memiliki sistem nilai, norrna-norma, adat istiadat, budaya, pola hidup, pola makan, dan banyak hal yang berbeda antara masyarakat satu dengan yang lainnya. 3. Sumber-Sumber Masyarakat Model pengajaran berpusat pada masyarakat memberdayakan secara optimal semua sumber masyarakat untuk kepentingan pembelajaran siswa. Masyarakat secara keseluruhan memiliki berbagai dimensi, seperti keluarga, pendidikan, teknologi, ekonomi, politik, rekreasi, budaya, sosial, dan dimensi kehidupan lainnya. Dimensi-dimensi tersebut masing-masing mengandung aspek-aspek manusiawi, kelembagaan, sistem kehidupan, metode kerja, dan kondisi situasi dengan karakteristiknya sendiri. http://can-isika-itnp.blogspot.com/2009/06/pengajaran-berbasis-lingkungan.html DAFTAR PUSTAKA  Hamalik, Prof. Dr. Oemar. 2001. Proses Belajar Mengajar, Jakarta: PT. Bumi Aksara.  Syah Muhibbin, M. Pd. 2007. Psikologi Belajar, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.  Sardiman. A. M. 2007. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.  'http://ads.myadplatform.com/www/delivery/ck.php?n=a730b4fe&cb=9'target='_blank'>  http://can-isika-itnp.blogspot.com/2009/06/pengajaran-berbasis-lingkungan.html For Thank’s Segala puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT karena atas izin-NYAlah saya dapat menyelesaikan book report ini dengan maksimal. Dan ucapan teima kasih kepada dosen pengampuh atas bimbingan dan motivasi yang diberikan. Tak lupa juga saya ucapkan beribu terima kasih kepada kedua orang tua saya atas dukungan moral dan materil tanpa mereka saya takkan bias sampai ke bangku kuliah dan terima kasih juga untuk sahabat saya yang selalu member motivasi untuk maju terus. Alhamdulillahhirobbil ‘allamin By:Evi Mulyani

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar